Presiden RI Hadiri Pengukuhan Pengurus Pusat Pagar Nusa

159

Surabaya, Jawa Timur – Presiden Joko Widodo turut menghadiri acara bersejarah dalam dunia Pencak Silat Indonesia, yakni Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pengurus Pusat Pagar Nusa masa khidmat 2023/2028. Acara ini digelar dengan megah di Lapangan Bumi Moro, pada Minggu (22/10/2023).

Presiden Joko Widodo memainkan peran sentral dalam momen bersejarah ini, yang tidak hanya dihadiri oleh Presiden sendiri, tetapi juga sejumlah pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU) seperti Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU, Syaifullah Yusuf. Selain itu, tampak pula kehadiran Gubernur Jawa Timur, Menteri Pertahanan, dan beberapa anggota Kabinet Indonesia Maju yang ikut serta dalam acara ini.

Acara berlangsung dengan meriah dan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tentang pengukuhan pimpinan Pagar Nusa untuk masa bakti 2023-2028, yang disampaikan oleh Sekjen PBNU, Syaifullah Yusuf. Kemudian, prosesi pengukuhan pengurus Pimpinan Pusat Pagar Nusa dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf.

Momentum ini juga diperkaya dengan sambutan dari Ketua Umum PP Pagar Nusa masa khidmat 2023-2028, Gus M. Nabiel Haroen. Dalam kesempatan ini, Gus M. Nabiel Haroen menyampaikan visi dan misi serta harapannya untuk masa kepemimpinan yang akan datang. Selain itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, juga memberikan pesan penting kepada pengurus harian Pimpinan Pusat Pagar Nusa yang baru saja dikukuhkan, agar mampu menjadi berkah dan manfaat bagi Nahdlatul Ulama, bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran perguruan silat dalam menjaga kedaulatan tanah air. Beliau menekankan bahwa seluruh perguruan silat, termasuk Pagar Nusa, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas negara, yang merupakan fondasi bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Presiden Joko Widodo juga memberikan pandangannya dalam acara ini. Ia mengatakan bahwa setiap perguruan silat memiliki tugas dan peran penting dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, Jokowi menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan tanah air dan bahwa semua perguruan silat, termasuk Pagar Nusa, harus turut bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas negara.

Presiden menyarankan agar pengurus Pagar Nusa masa khidmat 2023-2028 dapat merumuskan program-program yang menguatkan karakter kebangsaan para pendekar, sehingga mereka dapat membantu menjaga kesatuan Nusantara dari berbagai potensi ancaman yang mungkin timbul. Semangat kebangsaan dan cinta tanah air merupakan poin utama yang harus ditanamkan dalam setiap latihan dan aksi perguruan silat.

Acara pengukuhan pengurus Pagar Nusa ini tidak hanya menjadi momen bersejarah dalam dunia Pencak Silat Indonesia, tetapi juga mencerminkan pentingnya peran perguruan silat dalam membangun dan menjaga Indonesia yang lebih kuat dan bermartabat. Semoga masa khidmat 2023-2028 akan membawa berkah dan kemajuan bagi Pagar Nusa serta negara kesatuan Republik Indonesia.