
Jakarta – Presiden Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, telah menggelar pertemuan bilateral yang sangat penting dengan Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin. Pertemuan bersejarah ini berlangsung di Ruang Kakatua, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, dalam upaya memperkuat kerja sama antara kedua negara.
Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi dengan tegas mendorong penguatankerja sama konkret yang dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia dan Bangladesh. Beliau menyampaikan bahwa Bangladesh adalah sahabat sejati Indonesia, dan persahabatan ini harus diperkuat melalui kerja sama yang lebih erat.
Di sektor perdagangan, Presiden Jokowi memberikan informasi yang menggembirakan. Nilai perdagangan Indonesia dengan Bangladesh telah tumbuh signifikan dalam lima tahun terakhir, mencapai peningkatan sebesar 19,9 persen. Namun, Presiden juga mengakui bahwa masih ada beberapa hambatan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan pertumbuhan ini.
“Untuk itu,” kata Presiden Jokowi, “saya berharap dukungan yang besar dari kedua belah pihak untuk mempercepat penyelesaian perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) guna mempermudah dan memperluas akses pasar antara kedua negara.”
Tidak hanya dalam perdagangan, Indonesia juga menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Bangladesh melalui sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah melalui konsorsium proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Selain itu, perusahaan BUMN Indonesia juga telah ikut dalam tender pengadaan gerbong kereta api sebanyak 200 unit di Bangladesh.
“Saya harapkan respons positif dari Bangladesh dalam hal ini,” ujar Presiden Jokowi dengan penuh optimisme.
Pada KTT ke-43 ASEAN, Presiden Bangladesh hadir sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA). Presiden Jokowi menyambut baik kerja sama antara ASEAN dan IORA, yang telah ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada tanggal 4 September 2023 lalu.
Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong kerja sama yang lebih erat, terutama dalam implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) dan IORA’s Outlook on the Indo-Pacific (IOIP). Hal ini dianggap penting untuk menjaga perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran di kawasan.
Pertemuan bilateral ini menandai langkah penting dalam mengukuhkan hubungan antara Indonesia dan Bangladesh, sambil menggarisbawahi pentingnya kerja sama regional dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik. Semoga kerja sama ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi kedua negara dan rakyatnya.







