spot_img
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda Jawa Timur Populasi Santri di Kota Kediri Besar, Wali Kota Kediri Yakini Bisa Kembangkan...

Populasi Santri di Kota Kediri Besar, Wali Kota Kediri Yakini Bisa Kembangkan Ekonomi Syariah

281

Kediri – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, bersama Sekretaris Daerah, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan menghadiri acara Road To Festival Ekonomi Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Kediri 2021 secara daring, Selasa (7/9) di Command Center. Sesuai agenda, kegiatan ini akan terselenggara mulai 7-9 September 2021. Rangkaian acara Road To Fesyar KPwBI Kediri berawal dengan opening ceremony, webinar, business matching, closing. Selain itu, ada agenda lomba. Seperti lomba model bisnis pesantren, wirausaha muda, serta lomba kesenian daerah islami. Pemenangnya nanti akan mewakili KPwBI Kediri dalam ajang Fesyar Jawa.

Ketika memberikan sambutan, Wali Kota Kediri mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor kehidupan. Termasuk perekonomian masyarakat. Data BPS menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 dengan triwulan keempat 2020 mengalami kontraksi. Kontraksi ini sebesar 0,96% (quarter-to-quarter). Tekanan pertumbuhan ekonomi ini terus menggerus daya beli masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri terus melakukan koordinasi dan berkolaborasi dengan beberapa lembaga dan masyarakat. Ini mampu untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Persiapan Road to Fesyar Kediri. Dok: Muhtar Efendi.

“Kami membuat program si Jamal (sinergi jaring pengaman sosial) yang menjadi penghimpun dan penyalur bantuan dari lembaga nirlaba. Seperti rumah zakat, yatim mandiri, baznas, dll. Alhamdulillah, banyak dermawan yang mensedekahkan sebagian harta mereka untuk saling membantu sesama,” ujar Wali Kota Kediri.

Walikota menyampaikan bahwa Kota Kediri memiliki rasio jumlah santri sebesar 6,76% perbandingannya dengan total penduduk. Rasio ini tertinggi di wilayah kerja KPwBI Kediri.

Human development index di Kota Kediri juga mendapat dorongan. Hal ini tampak dengan banyaknya pondok pesantren yang ada di Kota Kediri. “Saya berharap, santri di Kota Kediri bisa menjadi influencer. Ke depan, saya ingin melihat lahirnya para entrepreneur muda yang mengusung konsep syariah dalam menjalankan bisnisnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala KpwBI Kediri, Sofwan Kurnia, mengatakan bahwa Road to Fesyar ini menjadi rangkaian acara menuju festival ekonomi syariah. Ini merupakan rangkaian kegiatan menuju perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Sebuah acara ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia yang akan terselenggara pada Oktober 2021 nanti. Sofwan melanjutkan, adapun tujuan festival Syariah KPwBI 2021 adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat. Ini terkait dengan potensi ekonomi dan keuangan syariah dalam mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional. Demi membangun sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah maupun lembaga pemerintah, pondok pesantren serta akademisi dalam pengembangan ekonomi syariah. Mengembangkan kemandirian pesantren dan penciptaan santripreneur dalam mendukung perekonomian. (me)