PON Papua: Petranesian Sumbang Emas dan Perak untuk Jatim di Cabang Wushu

107

Surabaya – Keluarga besar Universitas Kristen Petra (Petranesian) menyumbangkan medali emas dan perak untuk Jawa Timur dalam cabang olahraga wushu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Mereka adalah Nicholaus Karanka Adinugroho, mahasiswa program studi Business Management dan William Ajinata, alumni program studi Creative Tourism.

“Bersyukur, kami sangat senang dan bangga bisa mengharumkan nama Jawa Timur sekaligus keluarga dan universitas yang sudah mendukung penuh selama ini,” kata Nicholaus Karanka Adinugroho ditemui di kampus setempat, Jumat.

Duet antara Nicholaus dengan William meraih medali emas dalam kategori Taolu Duilian (berpasangan) putra. Mereka membawakan duel event dan meraih poin dari juri PON XX Papua sebesar 9,51.

“Kami semacam duel yang masing-masing membawa senjata yaitu tombak dan shuang dao. Ada ritme yang harus diikuti, menggunakan koreografi khusus agar seolah-olah seperti duel sungguhan,” kata Nicho yang belajar Wushu sejak umur 8 tahun.

Taolu merupakan sebuah teknik seni bela diri yang menggunakan teknik tangan, kaki, lompatan, sapuan, melempar, gulat sikap dan gerak kaki serta keseimbangan.

Maka dari itu biasanya yang dilihat oleh juri adalah gerakannya, alat yang digunakan hingga atribut yang digunakan.

Nicho merupakan mahasiswa aktif UK Petra angkatan 2019. Prestasi akademiknya pun terbilang cukup baik. Menurut data, Nicho tidak perah mengulang mata kuliah dan memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) sebesar 3,14.

“Membagi waktu antara kuliah dan wushu sangat susah. Tetapi saya sangat bersyukur dosen-dosen di UK Petra sangat mendukung termasuk juga dosen wali saya. Mereka mengizinkan saya mendapatkan tambahan jam lain agar saya bisa menuntaskan kuliah dan berlatih wushu,” katanya.

Atas prestasinya, Nicho mendapatkan poin Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan (SKKK) bakat minat dari UK Petra.

Sementara itu William Ajinata mengungkapkan selama persiapan harus menjalani karantika sejak September 2020.

“Sebenarnya persiapan sudah dilakukan sejak PON 2016 yang lalu. Tetapi latihan intensnya ya sejak September 2020. Ini memang program dari KONI Jawa Timur, bersama atlet Jawa Timur lainnya dan pelatih kami disiapkan rumah khusus agar lebih fokus latihan untuk PON XX,” ujarnya.

William merupakan alumni UK Petra, juga menyumbangkan medali perak untuk kategori Nan Quan (Tinju Selatan) dan Nan Gun (Tongkat Selatan) dengan point sebesar 9,68 + 9,32. Berbeda dengan sebelumnya, medali perak ini dia dapatkan secara perorangan.

“Berlatih saat pandemi banyak sekali tantangannya. Selain susah karena harus mendatangkan pelatih asal China. Ditambah itu ada juga tantangan mental yang harus dihadapi setiap atlet. Tetapi Puji Tuhan kami semua bisa mengatasinya,” ujar William. (*)