
TRENGGALEK – Kepolisian Bumi Menak Sopal, yang bermarkas di Kabupaten Trenggalek, terus menunjukkan kepedulian dan aksinya yang proaktif dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas, terutama mereka yang mengalami rungu wicara. Keaktifan ini baru-baru ini diakui dengan pemberian penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono A.Ks., M.A.P. Acara pemberian penghargaan ini berlangsung seiring dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Provinsi Jawa Timur, yang digelar di GOR Gajah Putih, Kabupaten Trenggalek, pada hari Minggu (3/12).
Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota Kepolisian Bumi Menak Sopal yang telah menunjukkan peran serta, kepedulian, dan perhatian terhadap para penyandang disabilitas, khususnya mereka yang mengalami kesulitan rungu wicara.
Sebanyak kurang lebih 20 orang penyandang disabilitas rungu wicara mendapatkan perhatian khusus dari Kepolisian Resort Trenggalek. Pembinaan rutin dilakukan dengan menyelenggarakan pertemuan dan pelatihan setiap bulan, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang pengaturan lalu lintas dan keterampilan yang dibutuhkan. Bahkan, Kepolisian Resort Trenggalek juga mendatangkan instruktur bahasa isyarat untuk mempermudah komunikasi.
AKBP Gathut menyatakan bahwa keberadaan sukarelawan pengatur lalu lintas tunarungu wicara, yang dikenal dengan nama “SUPELTAS TWIT,” merupakan terobosan yang luar biasa. SUPELTAS TWIT bukan hanya menjadi wadah pembinaan dan pelatihan, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam mengatur lalu lintas setiap hari. Keaktifan mereka membantu kelancaran lalu lintas di tengah keterbatasan jumlah personel polisi.
Penghargaan yang diterima oleh Kepolisian Resort Trenggalek diharapkan dapat menjadi dorongan lebih lanjut untuk terus berbuat baik dan memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Trenggalek. AKBP Gathut juga mengajak masyarakat luas untuk terlibat aktif dalam meningkatkan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Dengan semangat positif ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi semua warga masyarakat.







