
Blitar – Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri melakukan otopsi terhadap jasad Muslihin (31) korban penganiayaan di Lingkung Babadan Kecamatan Wlingi, Selasa (21/9/2021). Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udhiyono mengatakan, otopsi ini untuk mengetahui penyebab kematian dan luka yang ada di tubuh korban.
“Iya saat ini otopsi sedang dilaksanakan tim forensik rumah sakit Bhayangkara Kediri dan kita masih menunggu hasil,” kata Udhiyono, Rabu (22/9/2021). Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Termasuk tiga orang rekan korban dan pelaku yang sama-sama ikut pesta miras.
“Saksi-saksi masih diperiksa,” imbuhnya.
Sebelumnya, warga Lingkungan Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar geger dengan penemuan seorang pria yang terkapar di pinggir jalan, Selasa (21/9/2021) malam. Kondisinya mengenaskan, dengan luka sayatan mengeluarkan darah di bagian leher.
Warga sekitar kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. Saat petugas cek, pria yang terkuak bernama Muslihin (31) warga Soso Kecamatan Gandusari tersebut sudah tak bernyawa. Sementara, pelaku adalah MZA (22) rekan korban sendiri yang merupakan warga Babadan Kecamatan Wlingi.
Keduanya terlibat cekcok saat pesta miras. Karena pelaku merasa tersinggung dengan kata-kata yang korban lontarkan, akhirnya terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku menganiaya korban menggunakan pisau dapur. (sk)







