
Proses pemasangan genset mobile dengan daya mampu 14,2 Megawatt (MW) di Gardu Induk Sampang, Madura, sebagai antisipasi defisit daya pascamengalami gangguan. (ANTARA/HO-PLN)
“Saat ini dalam proses pemasangan, Sabtu (5/3) mulai beroperasi secara bertahap. Dengan beroperasinya genset mobile ini akan mengurangi defisit daya, sehingga mengurangi dampak pemadaman bergilir di Pulau Madura,” kata Manajer PLN UP3 Pamekasan, M. Farqi Faris mengonfirmaasi di Surabaya, Jumat. Ia mengatakan gangguan kelistrikan di Pulau Madura mengakibatkan defisit beban sebesar 73,35 MW.
Farqi menjelaskan mulai dari kedatangan, pengawalan hingga pemasangan genset mobile, PLN melibatkan 32 personel yang didatangkan dari Surabaya dan sekitarnya.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengawalan. Dinas perhubungan selain untuk pengaturan lalu lintas juga sebagai titik transit. Tepatnya di jembatan timbang di wilayah Kabupaten Sampang, sebelum genset masuk ke area Gardu Induk Sampang. Dengan begitu, tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” katanya.
Ia berharap dengan beroperasinya genset mobile di Gardu Induk Sampang, pemadaman akan berkurang dan semakin banyak masyarakat Madura dapat menikmati listrik.
Sebelumnya, PLN juga mendistribusikan 72 genset mobil. Total dayanya 4.684,10 kVA untuk rumah sakit, pondok pesantren, masjid, puskesmas, kantor polisi, koramil dan kantor pelayanan publik lainnya.
Jaringan listrik ke Pulau Madura mengalami gangguan sebagai dampak kerusakan penghantar tegangan tinggi di Ujung, Bangkalan, yang mengakibatkan PLN kehilangan beban 73,35 MW.
Upaya lain, PLN membagikan emergency lamp (lampu darurat) kepada pondok pesantren, masjid, puskesmas, dan fasilitas pelayanan publik lainnya.
Tercatat sebanyak 4.950 lampu darurat telah terdistribusi kepada masyarakat, yang bertujuan untuk memberikan penerangan sementara selama masa pemulihan gangguan. (ami)







