
KEDIRI – Pineapple Festival dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1912 sukses digelar selama dua hari di Rest Area Wisata Gunung Kelud (7/04/2023). Acara ini mampu menarik antusiasme ribuan pengunjung yang memadati lokasi.
Minggu pagi, kegiatan diawali dengan pawai 13 tumpeng nanas yang diarak dari Balai Desa Sugihwaras menuju rest area. Tumpeng nanas tersebut berasal dari desa-desa di lereng Gunung Kelud yang merupakan sentra penghasil buah nanas. Arakan tumpeng nanas menampilkan berbagai kreasi unik, seperti buah nanas raksasa, miniatur Simpang Lima Gumul, kambing etawa, dan banyak lainnya.
Sekretaris Daerah Dr. Mohammad Solikin, saat membacakan sambutan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan dan menggali potensi nanas Kabupaten Kediri agar semakin dikenal dan menjadi ikon wisata di Gunung Kelud. Ia juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mewujudkan hilirisasi dan industrialisasi nanas serta menjadikan Pineapple Festival sebagai agenda tahunan dalam kalender event wisata Kabupaten Kediri.
Solikin berharap kegiatan ini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, sehingga nanas sebagai produk unggulan semakin berkembang. Ia juga mengharapkan munculnya inovasi produk olahan berbahan baku nanas yang dapat diterima oleh konsumen dan laku di pasaran.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Anang Widodo, menjelaskan bahwa Pineapple Festival tahun ini menghadirkan berbagai lomba, seperti cooking class, carving nanas, lomba kupas, dan lainnya, guna menggali potensi dari 4 kecamatan yang menjadi sentra nanas, yaitu Puncu, Plosoklaten, Wates, dan Ngancar.
Anang berharap Pineapple Festival dapat memperkenalkan potensi nanas di Kabupaten Kediri yang memiliki empat varietas utama, yaitu simplex, queen, pasir kelud, dan smooth cayenne. Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan hilirisasi dan industri nanas seiring dengan segera beroperasinya bandara di Kediri.
Pada Pineapple Festival ini, terdapat 17 stand yang menampilkan berbagai produk olahan nanas, seperti minuman, pie nanas, bolu nanas, dan kerajinan dari serat nanas. Acara puncak, grebek nanas, berhasil menggugah antusiasme masyarakat yang memadati lokasi untuk mendapatkan nanas gratis. Tak lama, ribuan nanas ludes dibawa pulang oleh para pengunjung. (ef)







