spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda Internasional Pesawat Pembawa Warga Amerika dari Kabul Akan Terbang ke AS

Pesawat Pembawa Warga Amerika dari Kabul Akan Terbang ke AS

243

Washington – Lebih dari 100 warga negara dan penduduk tetap Amerika Serikat, yang terevakuasi dari Afghanistan ke Abu Dhabi dengan sebuah pesawat sewaan, berangkat ke AS pada Kamis. Para pejabat AS pada Rabu (29/9) berupaya menyelesaikan pemeriksaan keakuratan daftar para penumpang pesawat carter tersebut. Hal tersebut tersampaikan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Sebelumnya, sejumlah pihak pengatur penerbangan mengatakan pemerintah AS tidak memenuhi hak pesawat itu untuk mendarat. “Staf kedutaan kami di UAE bekerja siang dan malam untuk memastikan keakuratan daftar penumpang. Mereka juga bekerja sama dengan DHS/Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan di lapangan. Hal ini guna memastikan bahwa para penumpang sudah mendapatkan pemerikasaan dan latar belakang mereka sudah petugas teliti. Tepat sebelum mereka mendapat izin memasuki Amerika Serikat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

Bryan Stern, pendiri kelompok nirlaba Project Dynamo yang menyewa pesawat itu untuk keluar Kabul, mengatakan pada Selasa (28/9) malam bahwa Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menolak hak pesawat tersebut untuk mendarat di Amerika Serikat.

Dalam wawancara pada Rabu, Stern mengatakan DHS mengidentifikasi ada satu orang di antara orang-orang yang dievakuasi itu yang “bermasalah”.

“DHS menghubungi bandara tersebut dan mengatakan, ‘Orang yang ini tidak boleh terbang’. Mereka memberi tahu saya nama orang yang dimaksud. Kami ke sana dan menemukan orang tersebut. Kami katakan kepadanya bahwa dia tidak bisa berangkat, dan mengeluarkannya dari daftar penumpang. Tapi saya tidak tahu apakah itu yang menjadi masalah,” kata Stern.

Kelompok Stern menyewa sebuah pesawat milik maskapai swasta Afghanistan Kam Air untuk menerbangkan 117 orang, termasuk 59 anak, ke bandara Abu Dhabi.

Di Abu Dhabi, Stern bersama orang-orang turun dari pesawat dan kemudian mendapat penempatan di sebuah ruangan dengan pergerakan terbatas. Tepatnya di bawah pengawasan personel kepolisian UAE.

“Kami semua terkunci di sini bersama-sama,” kata Stern.

Stern mengatakan rombongannyaterjadwal berangkat dengan penerbangan pada Kamis ke Chicago dan bahwa Departemen Luar Negeri “dengan ramah” sudah setuju untuk membayari mereka tiket pesawat.

Orang-orang yang petugas terbangkan keluar dari Kabul dengan Kam Air terdiri dari 28 warga negara dan 83 penduduk tetap AS, ungkap Stern.

Selain itu, penumpang pesawat juga termasuk enam orang pemegang Visa Imigrasi Khusus AS. Mereka yang bekerja untuk pemerintah AS selama perang 20 tahun di Afghanistan.

Project Dynamo merupakan salah satu kelompok yang muncul dari jaringan veteran dan anggota aktif militer AS, juga mantan pejabat dan kalangan lainnya.

Kelompok-kelompok itu terbentuk untuk mendukung operasi evakuasi Amerika Serikat pada Agustus. Mereka melihat operasi evakuasi tersebut berlangsung kacau dan pengaturannya buruk.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memulangkan para warga negara dan penduduk tetap AS. Yang tidak bisa berangkat dari Afghanistan selama operasi evakuasi akan berlangsung pada Agustus oleh AS. (Reuters)