
Gunungkidul, Yogyakarta – Seorang ayah di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, rela berjalan kaki sejauh 25 kilometer untuk memenuhi nadzar. Setelah anaknya bisa kembali masuk sekolah belajar secara tatap muka. Sebelumnya, semangat belajar dari sang anak sempat hilang akibat masa pandemi yang mengharuskan belajar secara daring lebih dari setahun terakhir.
Kegembiaraan mulai kembali belajar tatap muka di sekolah tidak hanya para siswa rasakan. Meluapkan kegembiaraan sekaligus memenuhi nadzar, seorang ayah di Gunungkidul bahkan rela harus berjalan kaki sejauh 25 kilometer. Nadzar jalan kaki ini terlaksana usai sang anak kembali aktif masuk sekolah menerima pembelajaran tatap muka. Aksi jalan kaki sejauh puluhan kilometer ini menyusuri rute dari wilayah Semanu menuju rumah Faizal yang berada di wilayah Piyaman Wonosari. Sepanjang perjalanan yang melelahkan, Faizal hanya berhenti beristirahat sekali saja. Tidak ada persiapan khusus yang ia lakukan.
Di temani dua orang yang berjaga selama nadzar berlangsung, Faizal hanya berbekal dua botol air mineral dan hanya mengenakan sepasang sandal. Nadzar jalan kaki ini sebagai ungkapan kegembiaraan sang anak bisa mulai lagi belajar tatap muka di sekolah. Faizal menuturkan, akibat pandemi Covid 19 anaknya belum pernah merasakan pembelajaran di sekolah dan hanya belajar secara daring. Kondisi ini Faizal akui mempengaruhi mental anaknya. Keseharian sang anak banyak berdiam diri dan jarang bersosialisasi. Dirinya mengaku lega setelah pemerintah kembali memberlakkan pembelajaran tatap muka, meski masih bersifat terbatas. Nadzar jalan kaki juga dirasa tidak sia-sia karena sang anak yang bernama ulfaira quena kembali menemukan gairah dan semangat belajar.
Orang tua seperti Faizal ini berharap pandemi segera berakhir dan pembelajaran di sekolah bisa kembali berlangsung normal lagi. (sb)







