Tulungagung โ Tim Survey Pusat Geologi Bandung memaparkan hasil penelitian di lokasi temuan dua arca di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Tim melakukan riset di lokasi temuan dengan menggunakan metode gradio magnetik dan geo radar. Mereka melakukan pemetaan untuk mengetahui kandungan isi tanah di lokasi temuan arca. Dengan menggunakan alat khusus, tim melakukan scaning di sisi timur dari lokasi temuan arca.
Dari hasil pemetaan, tim menemukan 20 anomali yang terdeteksi di lokasi tersebut. Temuan ini tersebar di lokasi study dengan luasan area mencapai 14 kali 30 meter. Namun, dari temuan ini mereka tertarik meneliti lebih lanjut di lintasan ke empat. Di lintasan ini mereka menemukan anomali dengan respon yang sangat tinggi.
Anomali tersebut berasal dari batu andesit yang berada di kedalaman sekitar 1,6 meter. Tim sendiri belum dapat memastikan benda apakah tersebut. Menurutnya, diperlukan tes pit atau eskavasi untuk memastikan bentuk anomali ini.
Anomali yang ditemukan bisa berbentuk apapun, seperti arca, struktur bangunan atau benda lain. Hasil dari penelitian ini rencananya akan diserahkan ke instansi terkait untuk keperluan proses eskavasi. Sebelumnya, dua buah arca yakni dwarapala dan arca kepala naga ditemukan warga saat sedang membangun gudang masjid.
Kedua arca ini diduga kuat merupakan salah satu bagian dari sebuah candi ataupun tempat suci lainnya. Hingga saat ini kedua arca tersebut disimpan oleh warga setempat. (bp)







