spot_img
Jumat, April 24, 2026
Beranda Jawa Timur Penemuan Arca Agastya di Candi Srigading Lawang

Penemuan Arca Agastya di Candi Srigading Lawang

358

Malang – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCD) Provinsi Jawa Timur menemukan arca Agastya dalam ekskavasi tahap kedua di situs Srigading, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada Rabu (23/2).

Menurut informasi yang disiarkan BPCD, Agastya adalah seorang resi dari India yang menyebarkan ajaran Hindu ke selatan. Termasuk ke wilayah Indonesia.

Arca agastya digambarkan berperut buncit, berkumis,ย berjenggot, danย bertangan dua. Arkeolog dariย BPCBย Provinsi Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho, menjelaskan, arca Agastyaย yang ditemukan di situs Srigadingย dibuat dari batuan andesit yang mengandung silika. Sehingga tampak berkilau saat dilihat dari dekat.

Beberapa bagian arca yang diperkirakan berasal dari abad ke-10 Masehi itu diduga rusak saat bangunan candi runtuh. Menurutnya,ย tim BPCB Jawa Timur masih berupaya untuk menemukan potongan tangan arca Agastya yang memegang kendi.ย Berdasar temuan arca tersebut, BPCB Jawa Timur mendapatkan gambaran bahwa candi yang ditemukan di tengah areal perkebunan tebu di Desa Srigadingย pembagian ruangnya seperti Candi Hindu aliran Siwaistisย seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah.

Selain arca Agastya, dalam ekskavasi tahap kedua arkeolog juga menemukan lingga tidak jauh dari tempat yoniย berada. Yaitu pada kedalaman 60 sentimeter berada di sisi timur yoni dengan jarak kurang lebih 30 sentimeter.

Tim BPCB Jawa Timur saat ini sedang membuka sisi timur candi dan mencari keberadaan tangga, titik penting untuk menentukan orientasi arah bangunan candi.

Situs Srigading yang disebut cegumuk atau gundukan oleh warga setempat berada di tengah areal perkebunan tebu. Pada permukaan gundukan setinggi kurang lebih tiga meter itu, ada yoni berukuran 0,8ร—0,8 meter. Selain itujuga ada batuan andesit berbentuk segi empat, dan sebaran batu bata berukuran besar. (red)