
Probolinggo – Bertempat di Galeri Roma Sondhuk Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Komunitas Keboen Sastra Bogor berkunjung dan langsung bertemu bersama seniman dan budaya lokal setempat.
Dalam tour yang dilakukan di beberapa kota termasuk Kota Kraksaan, seniman badan budaya sastra dari Komunitas Keboen Sastra Bogor, hadir di tengah tengah para seniman lokal. Para seniman budaya itu menampilkan beberapa karya budaya sastra dengan membawa misi kebangsaan Bhineka Tunggal Ika.
Melalui tampilan karya Komunitas Keboen Sastra Budaya ini, puluhan para seniman dan budaya lokal menikmati beberapa karya mereka, diantaranya puisi dan syair kebangsaan.
Dengan iringan musik tradisional Komunitas Keboen Sastra menampilkan karya sastra terbaiknya, sehingga bisa menghibur para kaum milineal bahkan sejumlah tokoh agama hadir dalam gelaran tersebut.
Dalam gelaran yang ditampilkan oleh komunitas yang dilahirkan di sebuah Terminal Baranangsiang Bogor sebelas tahun yang lalu, yakni kedatanganya hanya bersulaturahmi bersama seniman dan budaya lokal setempat.
Seperti penampilan seniman budaya yang ditampilkan oleh Catur, syair dan puisi begitu menyentuh hati. Di hadapan sejumlah orang seniman syair ini memberikan yang terbaik.
Dikatakan oleh Gus Sofwan Husaimi, selaku Khatib Surya Nahdatul Ulama Kota Kraksaan, mengatakan, kunjungan yang ditampilkan oleh Komunitas Keboen Sastra dari Bogor ini, menampilkan karya sastra terbaiknya, dengan iringan musik klasik tradisional.
Sofwan berharap, dengan bangkitnya seniman dan budaya sastra di kota Kraksaan, tepatnya di Gelar Roma Sondhuk, para pelaku seniman bisa kembali bangkit karena sudah hampir dua tahun lebih terimbas covid19. Karya syair dan puisi yang di tampilkan sangat menarik sekali, apalagi tema berisikan syair kebangsaan.
Dikatakan Edi, digelarnya seniman dan budaya oleh Komunitas Keboen Sastra Budaya Bogor, ini kebangkitan seni yang harus dilakukan dan selalu digelar karena para seni sastra lokal daerahbisa hasil karya sastranya.
Sementara itu, Heri Matahari pendiri Komunitas Keboen Sastra Bogor, mengatakan, sejumlah orang yang tergabung di komunitas ini, hampir rata anak anak jalanan yang memiliki jiwa seni. Karya sastra yang ditampilkan seperti syair dan puisi.
Dalam kunjunganya pada seniman dan budaya di Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, sudah berkunjung di enam kotaoleh Komunitas Keboen Sastra Bogor, sedangkan untuk Probolinggo di hari yang terakhir.
Harapanya, bisa saling mengisi kesenian dan budaya sastra pada para seniman dan budaya di daerah lokal setempat.
Jiwa kebangsaan yang dialirkan melalui syair dan puisi di iringi musik klasik membuat suasana malam semakin hidup dan bersemangat.
Heri Matahari, berharap nantinya Komunitas Keboen Sastra Budaya Bogor akan menampilkan karya karya misi revolusi dan karya anak anak jalanan.(as)







