Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar apel kesiapsiagaan bencana sekaligus simulasi penanganan bencana di halaman Balai Kota Surabaya. Apel tersebut dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (26/4/2022).
Dilansir dari Harianmerahputih.id, setelah pengecekan peralatan, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menggelar simulasi penanganan bencana yang diperagakan oleh staf Pemkot Surabaya.
Eri mengatakan, Kota Surabaya memiliki resiko dalam ancaman bencana. Di antaranya angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang, banjir rob/pasang air laut, cuaca ekstrem, dan gempa bumi. Selain itu juga bencana non-alam seperti kecelakaan, kebakaran, dan pandemi.
Sebagai wujud kesiapsiagaan, Pemkot Surabaya menyiapkan sarana prasarana pendukung penanganan bencana. Yaitu 63 puskesmas dan unit-unit ambulans, 5 rayon dan 16 pos pembantu pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan 86 unit pemadam kebakaran, termasuk unit bronto skylift yang bisa menjangjau ketinggian 42 meter, 55 meter, dan 104 meter.
Wali Kota Eri mengakui, bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendirian dalam penanggulangan bencana. Melainkan merupakan tanggung jawab bersama. Yaitu pemerintah daerah, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media massa.
Dengan pendekatan pentahelix, ia mengajak masyarakat meningkatkan kapasitas dengan dibekali pengetahuan mengenali resiko dan acaman bencana di wilayahnya masing-masing.(red)







