
Jakarta Pusat – Suasana haru dan semangat santri pun begitu terasa dalam acara grand final Musabaqah Qawaid Fiqhiyah yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) pada Kamis, 19 Oktober 2023. Bertempat di Gedung PBNU di Jl. Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, acara ini menjadi tonggak penting dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Sebanyak 25 finalis, yang berhasil menyisihkan puluhan peserta pada tahapan seleksi sebelumnya, memperebutkan gelar juara dalam tiga kategori utama, yakni Qawaid Fiqhiyah, Mengajar Kitab Kuning, dan Syair Nadhlom Bahasa Arab. Dan hasilnya, 13 orang finalis berhak menyandang gelar pemenang yang terdiri dari 5 juara kategori Qawaid Fiqhiyah, 5 juara kategori Mengajar Kitab Kuning, dan 3 juara kategori Syair Nadhlom Bahasa Arab.
Para pemenang tersebut akan menjadi perwakilan terbaik untuk mengikuti resepsi puncak peringatan Hari Santri di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 2023. Mereka akan berkesempatan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Rais AM K.H. Miftahul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Kholil. Tak hanya itu, para pemenang juga akan mendapatkan hadiah menarik dari Ketua RMI PBNU, K.H. Hodri Arief.
K.H. Hodri Arief, Ketua RMI PBNU, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memperingati Hari Santri Nasional, tetapi juga untuk menjaring potensi santri dan pondok pesantren. Ini mencakup potensi pengembangan ilmu pesantren dan potensi kreativitas lain yang dimiliki oleh santri.
Pada kategori Kitab Kuning, juara pertama diraih oleh Ahmad Abdul Latif Syawali dari Pondok Pesantren Fadlu Minallah, disusul oleh Jauharatul Humairoh dari Pondok Pesantren Alamardhiyah Bahrul Ulum sebagai juara kedua, dan Muhammad Khairul Muamar dari Pondok Pesantren Maahad Al Ulum Diniah Islamiyah sebagai juara ketiga. Sedangkan juara keempat dan kelima masing-masing diraih oleh Ahmad Salman Alfarisi dari Pondok Pesantren Putra Yah Tadi dan Rizki Amaliah dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Jombang.
Sementara itu, dalam kategori Qawaid Fiqhiyah, juara pertama diraih oleh Irham Mukhtafi dari Pondok Pesantren Fadlul Wakhid, sedangkan juara kedua ditempati oleh Ajid Maulana Iza dari Pondok Pesantren Al-Hikmah Penda Brebes, dan juara ketiga oleh Bintan Azizah dari Pondok Pesantren Fatdlu Minallah. Juara keempat dan kelima diraih oleh Naaya Alvina dari Pondok Pesantren Alamardhiyah Bahrul Ulum dan Muhammad Febriandi dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Jombang.
Kategori Syair Nadhlom Bahasa Arab juga menampilkan bakat luar biasa, dengan juara pertama ditempati oleh Muhammad Saiif Ali dari Pondok Pesantren Darul Woh Wadah, juara kedua oleh M. Yoki Hendra dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, dan juara ketiga oleh Muhammad Asif Izul Haq dari Pondok Pesantren Lir Boyo.
Tak ketinggalan, RMI PBNU juga menggelar kategori lainnya seperti lomba film pendek, lomba gaya foto hidup pesantren, dan lomba lukis digital wajah kyai. Meski tidak sampai ke grand final, kompetisi ini telah memberikan inspirasi dan semangat baru bagi para santri.
Dengan semangat dan prestasi yang luar biasa dari para pemenang Musabaqah Qawaid Fiqhiyah ini, Hari Santri Nasional tahun ini menjadi momen yang sangat berharga. Kita dapat melihat masa depan yang cerah dalam perjuangan dan pengembangan ilmu pesantren di Indonesia. Selamat kepada para pemenang, semoga sukses selalu dalam perjalanan ilmu dan kreativitas mereka.







