
Samosir – Hari Ulos Ke IX Tingkat Nasional di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, menjadi peristiwa luar biasa yang disaksikan oleh berbagai tokoh penting, termasuk Danramil 03/Pangururan Kapten Inf Sugino, Kapolsek Pangururan AKP M. Sitanggang, Ketua Yayasan Pusuk Buhit Effendi Naibaho, Ketua Ulos Medan M. Siregar, dan sejumlah dosen dari Universitas Nomenen Medan, yang bergabung dalam serangkaian kegiatan spektakuler.
Acara tersebut dimulai dengan sebuah kebaktian singkat yang penuh makna, dihadiri oleh peserta dari berbagai daerah, yang berkumpul untuk merayakan keberagaman budaya Ulos Batak Toba. Pengantar dari panitia menyampaikan bahwa acara ini memiliki tujuan yang sangat penting dalam mempromosikan kearifan lokal dan budaya Batak Toba kepada masyarakat luas.
Orasi Ulos yang disampaikan oleh tokoh-tokoh penting yang hadir menjadi inspirasi bagi semua peserta. Ketua Panitia Effendi Naibaho tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut atas dukungan mereka dalam penyelenggaraan Hari Ulos Ke IX Tingkat Nasional. Dukungan ini mencakup acara puncak, yaitu Arakan Ulos sepanjang 1000 meter yang melibatkan tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.
Arakan Ulos yang megah dan penuh makna ini dilepas langsung oleh Danramil 03/Pangururan, Kapolsek Pangururan, dan Ketua Pelaksana, menuju Kabupaten Humbang Hasundutan. Rute parade Hari Ulos Nasional ini mengelilingi Danau Toba, meliputi perjalanan dari Jembatan Tano Ponggol Pangururan, menuju Tele, Kecamatan Harian, hingga dilanjutkan ke Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dari sana, perjalanan berlanjut ke Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, dan kemudian ke Balige, Laguboti, dan Porsea, Kabupaten Toba.
Selama acara pelepasan berlangsung, Polres Samosir mengamankan acara tersebut sesuai dengan Surat Perintah Kapolres Samosir Nomor: SPRIN/713/X/2023, dengan melibatkan 21 personil yang bertugas sepanjang rute arakan. Personil Polres Samosir, termasuk Satuan Samapta, Satuan Pam Obvit, Satuan Intelkam, dan Polsek Harian, memberikan pengawalan hingga perbatasan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Selanjutnya, pengawalan Arakan Ulos 1000 meter ini diserahkan kepada personil Satuan Lalu Lintas Polres Humbang Hasundutan, yang akan memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan hingga akhir rute tersebut.
Acara ini bukan hanya sebuah perayaan budaya yang indah, tetapi juga menunjukkan kerjasama yang erat antara pihak berwenang dan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang sangat berharga. Hari Ulos Ke IX Tingkat Nasional adalah momen yang membanggakan bagi seluruh warga Sumatera Utara dan merupakan salah satu wujud nyata dari kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.







