Banyuwangi – Bukanya sejumlah tempat wisata di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, sedikit memberi angin segar bagi para pengrajin seni ukir dan lukis, di wilayah setempat, yang sempat menurun omzetnya akibat pemberlakuan PPKM. Meski belum sepenuhnya pulih, para pengrajin mengaku, mulai mendapatkan pesanan dari para pelancong, baik lokal maupun mancanegara.
Bukanya kembali kran sektor pariwisata di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, mulai berdampak positif pada usaha kerajinan seni ukir dan lukisan Tepatnya industri yang berada di kawasan tersebut, yang sempat terpuruk lantaran pemberlakuan PPKM.
Galeri seni ukir dan lukis milik Mustofa salah satunya. Galeri mungil yang terletak di Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran ini, mulai sibuk dengan pengerjaan beberapa pesanan dari para pelancong. Karya-karyanya mulai menghiasi table pesanannya saat ini. Pria yang sudah 25 tahun berkecimpung di dunia kerajinan tersebut, mengaku sempat kembang kempis. Hal tersebut akibat sepinya pesanan. Terutama saat badai pandemi melanda. Sehingga, ia hanya mengandalkan penjualan lewat pasar lokal, sebagai sumber pendapatan utama. Galeri miliknya itupun terjual melalui penjualan lewat platform digital. Ia harus memutar otak dalam memenuhi kebutuhan 6 orang karyawannya.
Hal itu berbanding terbalik saat sebelum pandemi melanda, dimana galeri miliknya, selain melayani pasar lokal, juga kerap mendapatkan pesanan dari pasar mancanegara, termasuk para pelancong asal luar negeri. Dan setiap bulan, galeri miliknya mampu meraup keuntungan hingga 6 juta rupiah.
Mustofa berharap, tren positif ini akan terus bertahan bahkan bisa naik, jika sektor pariwisata bisa pulih sepenuhnya. Sehingga karyanya bisa kembali mendapatkan pasar dari sektor pelancong. (aw)







