spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda Internasional PBB Desak Taliban Tahan Diri, Lindungi Hak Perempuan dan Anak

PBB Desak Taliban Tahan Diri, Lindungi Hak Perempuan dan Anak

276

New York – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mendesak Taliban untuk menahan diri sepenuhnya dan menyatakan keprihatinan. Khusus tentang masa depan perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. Pemberontak Taliban memasuki Kabul dan Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan pada Minggu (15/8/21). Kelompok gerilyawan hampir mengambil alih Afghanistan dua dekade, setelah invasi asing pimpinan Amerika Serikat menggulingkannya.

“Masih ada laporan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan pelanggaran di masyarakat yang paling terkena dampak pertempuran.” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric. Ia mengatakan bahwa Guterres “sangat prihatin dengan masa depan kaum perempuan, yang hak-haknya sulit terpenuhi dan mendapat perlindungan.”

“Semua pelanggaran harus segera berhenti. Ia menyerukan kepada Taliban dan semua pihak lain untuk memastikan hak dan kebebasan semua orang mendapatkan penghormatan dan perlindungan,” tambahnya. Sebelumnya, Guterres memperingatkan bahwa Afghanistan “menjadi tak terkendali” dan meminta Taliban untuk menghentikan serangan mereka.

PBB memiliki sekitar 3.000 staf lokal dan sekitar 300 staf internasional di Afghanistan. Pada Jumat (13/8/21), Dujarric mengatakan beberapa staf telah berpindah ke Kabul, tetapi tidak ada yang terevakuasi dari negara itu. “PBB tetap bertekad untuk berkontribusi pada penyelesaian damai, mempromosikan hak asasi manusia semua warga Afghanistan. Terutama kaum perempuan yang perlu mendapatkan bantuan kemanusiaan yang dapat menyelamatkan jiwa.  Serta, dukungan penting kepada warga sipil yang membutuhkan,” kata Dujarric.

Ia mengatakan kebutuhan terhadap bantuan, “meningkat, sementara lingkungan operasi menjadi lebih terbatas karena eskalasi konflik.” Guterres meminta semua pihak untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Di bawah pemerintahan Taliban antara tahun 1996 dan 2001, perempuan tidak bisa bekerja. Anak perempuan tidak boleh bersekolah, dan perempuan harus menutupi wajah mereka.  Serta ketika jika akan keluar rumah harus bersama kerabat laki-laki. Guterres akan memberi pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB pada Senin tentang Afghanistan. Dalam pernyataan 3 Agustus, yang sudah tersetujui secara konsensus, 15 anggota dewan menyatakan bahwa mereka tidak mendukung pemulihan Imarah Islam” (hukum Taliban).

“Pesan yang saya kirim ke dewan hari ini adalah melakukan segalanya untuk mencegah kekerasan lebih lanjut. Dan memastikan transisi yang teratur ke pemerintahan transisi,” kata Duta Besar Afghanistan untuk PBB Ghulam Isaczai.

Pada April, Taliban meningkatkan serangan untuk mengalahkan pemerintah yang didukung AS ketika pasukan asing mundur setelah 20 tahun perang. Pasukan Afghanistan bersama AS menggulingkan Taliban dari kekuasaan pada akhir 2001. Karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden setelah serangan 11 September 2001 di AS. (antara:ydp/ed: zl)