spot_img
Senin, Maret 16, 2026
Beranda Jawa Timur Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Serbuan Vaksinasi di Solo

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Serbuan Vaksinasi di Solo

331

Solo –  Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,  meninjau serbuan vaksinasi di Solo, Jumat (9/7/2021). Lokasi pertama yang tim gabungan sambangi adalah Gedung Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS). Yang kedua, Gedung Wanita Sarana Krida Kusuma.

Kapolri menyampaikan, peningkatan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir secara nasional mencapai 38 ribu kasus. Keterisian tempat tidur Rumah Sakit atau Bed Occupancy Rate ( BOR) yang sudah mencapai 80-90 persen, harus diwaspadai.

Untuk itu, Kapolri meminta Forkompimda Jawa Tengah agar betul-betul bisa mengendalikan mobilty indeks. Salah satunya dengan mengoptimalkan PPKM Darurat. Di dalamnya ada pembatasan pergerakan, dengan memisahkan sektor esensial dan kritikal. Aktivitas warga pun banyak yang dapat tetap di rumah, sehingga laju perkembangan penularan Covid-19 bisa secara otomatis ditekan.

“Titik penyekatan dari tingkat Kecamatan dan Kabupaten agar betul melalui pemeriksaan. Dengan begitu, bisa menyaring yang boleh lewat,” kata Kapolri dalam keteranganya.

Mantan Kabareskrim Polri itu juga meminta agar PPKM Mikro yang terlaksana, terus memaksimalkan testing dan tracing. Selain itu, memperkuat treatment dengan menyuplai obat-obatan ataupun kebutuhan sehari-hari bagi warga yang melakukan isolasi mandiri. “Juga kelola limbah Covid dengan baik, sehingga tidak menular,” tandas Kapolri.

Sementara itu, Marsekal Hadi Tjahjanto menambahkan, percepatan proses vaksinasi merupakan formula yang ampuh untuk mengurangi kasus positif Covid-19. “Percepatan vaksinasi dengan target masing-masing 4.000 , sehingga Agustus herd iminity bisa tercapai,” kata Hadi.

Sasaran vaksinasi Jawa Tengah telah mencapai 5.508.595 orang. Rinciannya, dosis pertama 3.772.042 orang (68,48%) dan dosis kedua 1.955.834 orang (35,51%). Rata-rata vaksinasi harian periode 1-7 Juli 2021 sebanyak 72.466 orang perhari. Sementara jumlah titik penyekatan PPKM Darurat sebanyak 236 titik. Rinciannya 4 titik cek point antar provinsi, 39 titik cek point antar kabupaten/kota. Ada 141 pos pembatasan dan 52 pos pengendalian. Jumlah personel yang terlibat sebanyak 2.526. (me)