Pamekasan – Sebagai bentuk melestarikan budaya membatik di era melenial, sejumlah anak usia dini di Desa pegendingan, Kecamatan Galis, Kabuapeten Pamekasan Madura, Jawa Timur, Sabtu pagi, antusias belajar membatik, untuk peringatan hari batik nasional setiap tanggal 02 Oktober hari ini.
Semarak hari batik yang diisi dengan perkenalkan batik kepada anak usia dini ini diharapkan, budaya membatik semakin lestari dan dicintai oleh generasi muda selanjutnya.
Sejumlah anak usia dini di Dusun Arsojih, Desa Pegendingan, Kecamatan Galis, Kabuapeten Pamekasan Madura, dengan semangatnya belajar membatik.
Kegiatan membatik yang tergagas oleh pengusaha batik Nyileha ini untuk momentum hari batik nasional pada tanggal 02 Oktober 2021 kali ini.
Para anak-anak usia dini yang terdiri dari laki dan perempuan ini, tampak semangat dan serius saat melukis membatik. Mereka memakai canting menggunakan malam mendapat pendampingan para pengrajin.
Keseruan dan tingkah lucu para anak yang belajar membatik ini menjadi atmosfir yang seru. Kegiatan ini panitia harap dapat mengarahkan anak-anak untuk lebih cinta terhadap batik khas daerahnya. Sehingga batik kedepannya tetap di minati.
Seperti Atika Balqis Azizah, siswa kelas 1 sekolah dasar (SD) yang masih umur 7 tahun ini mengaku, sangat senang belajar membatik bersama teman-temannya. Bahkan kalau sudah besar nanti ia punya cita-cita untuk menjadi pengusaha batik.
Sementara, menurut Sri Wahyuni Fatmawati, pengarajin batik nyileha menyampaikan, kegiatan membatik ini dalam rangka memeriahkan hari batik nasional yang jatuh pada hari ini. Sekaligus menanamkan rasa cinta membatik terhadap anak – anak usia dini. Khususnya di Pamekasan karena pekerjaan membatik sangat sulit untuk mendapat peminat di kalangan kaum muda saat ini.
Kegiatan menanamkan rasa cinta membatik terhadap anak di usia dini pada momentum hari batik nasional ini bisa menambah lestari budaya. Pecinta batik di kalangan generasi muda selanjutnya juga petugas harap dapat meningkat. (ry)







