spot_img
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda Jawa Timur Viral Oknum Perangkat Desa di Nganjuk Buat Video Tiktok di Atas Meja...

Viral Oknum Perangkat Desa di Nganjuk Buat Video Tiktok di Atas Meja Kepala Desa

237

Nganjuk – Beredar video viral, oknum perangkat desa di Kabupaten Nganjuk sedang asyik, membuat video tiktok di kantor desa. Aksi yang tidak patut menjadi contoh ini, terduga merupakan aksi oknum perangkat desa setempat. Video yang viral di media sosial ini, membuat sejumlah warga geram dan protes di kantor balai desa. Para warga pun menuntut, permintaan maaf dan sanksi yang berat untuk oknum perangkat desa tersebut.

Konten video tiktok yang terduga merupakan produksi dari oknum perangkat desa, membuat heboh warga Desa Trayang Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Betapa tidak, di dalam video yang berdurasi 20 detik itu, terlihat seorang oknum perangkat desa. Ia asyik berjoget di atas meja kepala desa. Video ini beredar melalui akun @alif_al_alif via aplikasi tiktok.

Kejadian inipun, viral di media sosial dan membuat warga masyarakat geram. Akibat kejadian ini, puluhan warga mendatangi kantor desa untuk menuntut permintaan maaf dari oknum perangkat desa tersebut. Saat warga mendatangi kantor balai desa, oknum perangkat desa yang berinisial AS itu pun tidak berada di tempat.

Sutomo, salah satu warga setempat mengaku, geram dengan peristiwa itu. Ia menegaskan, jika seharusnya perangkat desa, bisa memberikan contoh yang baik bagi warganya. Bukan malah membuat video yang tidak patut ada di media sosial.

Sugianto, salah satu ketua RW desa setempat mengaku sangat tersinggung dengan apa yang telah oknum perangkat desa lakukan tersebut. Sebab menurutnya, kantor desa adalah tempat bekerja yang erat akan tata tertib dan etika sopan santun. Bukan tempat untuk mencari hiburan dan lelucon.

Setyo Budi, kepala desa Trayang, membenarkan jika peristiwa itu terjadi di dalam ruang kerja miliknya. Pihaknya meminta maaf. Pihaknya mengaku telah melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait sanksi bagi oknum perangkat desa tersebut. Warga mengaku akan tetap menuntut permintaan maaf secara langsung dari oknum perangkat desa tersebut. (sh)