Nganjuk – Guna melakukan monitoring dan evaluasi program SMA double track, kabid pembinaan pendidikan SMA dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama fasilitator ITS surabaya melakukan kunjungan. Tepatnya di SMAN 1 berebek Nganjuk. Mereka mengajarkan fotografi dan tata boga. Yang masing-masing memiliki produk unggulan.
Kabid pembinaan pendidikan SMA dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ety Prawesty, bersama tim fasilitator ITS surabaya melakukan monitoring dan evaluasi program SMA double track di SMAN 1 Berbek Kabupaten Nganjuk, yang terdapat dua bidang yakni fotografi dan tata boga.
Sedangkan SMA double track merupakan SMA yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan ketrampilan. Keduanya berlangsung secara berdampingan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Sehingga, kegiatan SMA double track masuk ke dalam kegiatan ekstrakulikuler sebagai skill tambahan siswa. Di masa pandemi Covid-19 ini terdapat penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Program yang telah berjalan selama 3 tahun dan hanya ada di Jawa Timur ini adalah untuk mengurangi angka pengangguran lulusan SMA. Sehingga, dengan adanya program SMA double track. Bagi yang belum mampu melanjutkan ke perguruan tinggi memiliki ketrampilan dalam beriwirausaha yang hasilya dapat beguna sebagai bekal melanjutkan ke perguruan tinggi.
Sementara itu agar program SMA double track dapat berjalan maksimal, terbentuk kelompok usaha siswa yang di singkat KUS. Pada prinsipnya sama dengan UMKM, namun pelakuknya adalah siswa yang tergabung dalam SMA double track.
Menurut kepala sekolah SMAN 1 Berbek Nganjuk, Gunardi, mengatakan di SMAN 1 berbek terdapat 30 siswa pada bidang fotografi. 30 siswa pada bidang tata boga. Model pelatihan berbasis kus yang masing-masing terdiri dari 5 siswa. Maka, para siswa dapat membuat perencanaan yang nantinya dapat di implementasikan. Selanjutnya dapat membuat produk untuk masuk pasaran secara offline dan online.
Dari omset yang diperoleh para siswa yang tergabung dalam SMA double track, menjadi modal untuk mengembangkan usaha siswa. Sedangkan produk unggulan bidang fotografi di antaranya foto wisuda, foto raport, dan foto ijazah. Untuk bidang tata boga memiliki produk unggulan sambel pecel dan ayam quizlet manis.
Menurut salah satu siswa, Firda Amanda Fitri mengatakan tertarik mengikuti SMA double track karena mendapatkan pelajaran tata boga yang diajarkan oleh trainernya yang di antarnya terkait dengan bahan dan cara pengolahan masakan. Sehingga dapat melakukan praktek, yang apabila terjadi kendala dapat secara langsung ia tanyakan kepada trainernya. Di SMAN 1 Berbek 1 kali pertemuan selama dua jam.
Menurut kabid PPSMA dindik Provinsi Jawa Timur, Ety Prawesti, mengatakan kegiatan SMA double track di SMAN 1 Berbek Nganjuk sangat bagus. Sehingga para siswa yang tergabung sangat antusias memperoleh pelatihan bidang forografi. Ini yang dapat siswa kembangkan pada acara-acara tertentu untuk keluarga dan masyarakat. Sedangkan di bidang tata boga masakan siswa terbilang bagus. Bahkan terdapat rendang yang tahan 2 hingga 4 bulan, yang apabila berkembang, maka sangat masyarakat butuhkan.
Selain itu, ilmu yang telah siswa peroleh dari trainer, sekolah harapkan dapat terus berkembang dengan mengikuti pasar, sebab, foto, dan makanan merupakan yang masyarakat cari.
Program SMA double track ini terus berkembang. Bahkan di SMAN 1 Berbek Nganjuk ke depan selain mendapatkan stimulus dana, juga akan berkembang melalui dana mandiri. Dengan begitu, siswa yang mengikuti dapat bertambah, agar semakin banyak siswa yang memiliki bekal berwirausaha. (sh)







