
New Delhi, India – Bangga dengan tradisi pluralistiknya, India mebahas keberagaman budayanya kepada Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, Sumber-sumber kementerian luar negeri mengatakan selama kunjungannya di India, pihak Washington menyampaikan keprihatinannya terhadap isu kemanusiaan di India. Selasa (26/7/2021).
Perdana Menteri India, Narendra Modi, saat ini menghadapi tuduhan bahwa mereka telah membatasi perbedaan pendapat. Bahkan mereka dituduh membuat kebijakan yang memecah belah rakyatnya. Hal ini untuk menarik basis masa dari kelompok nasionalis Hindu dan mengasingkan minoritas Muslim.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan, ia akan membahas catatan tentang hak asasi manusia di India serta undang-undang kewarganegaraan berbasis agama yang diberlakukan pemerintah Modi dua tahun lalu. hal Ini dianggap deskriminatif oleh kaum minoritas Muslim.
Sumber kementerian luar negeri India mengatakan bahwa isu-isu seperti hak asasi manusia dan demokrasi bersifat universal dan melampaui kemampuan negara atau budaya tertentu. Satu sumber yang terpercaya mengatakan India adalah masyarakat yang pluralistik, serta terbuka untuk golongan apapun.
India dan Amerika Serikat sedang membangun hubungan politik dan keamanan yang erat. Hal tersebut untuk menghadapi RRC di kawasan itu. Kedua belah pihak mengatakan perjalanan Blinken di India, untuk lebih meningkatkan kerja sama antar kedua negara.
Tetapi para aktivis hak asasi di India menganggap iklim intoleransi sedang berkembang pesat di India dan berharap Amerika Serikat mampu mendorong pemerintah Modi supaya menjunjung tinggi nilai keragaman dan nilai-nilai demokrasi. terutama karena kedua negara tersebut sedang bekerjasama untuk menghadapi RRC.
Dean Thompson, penjabat asisten sekretaris Departemen Luar Negeri untuk urusan Asia Selatan dan Tengah, mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat akan terus melakukan pembicaraan dengan pihak India tentang hak asasi manusia. Hal ini karena alasan pentingnya masalah ini bagi kedua negara. (reuters/red)







