
Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menegaskan akan memperluas cabang olahraga yang ditargetkan mampu meraih medali di Olimpiade. Menurut Zainudin, langkah tersebut ia pilih agar prestasi olahraga Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu atau dua cabang olahraga saja.
“Tapi paradigma seperti ini kami ubah di desain besar olahraga nasional. Kita tidak boleh lagi bertumpu pada satu atau dua cabor seperti sekarang,” tambahnya.
Sepanjang partisipasi Indonesia di Olimpiade, bulu tangkis dan angkat besi menjadi dua cabang yang konsisten menyumbangkan medali untuk Merah Putih. Pada Olimpiade 2008 Beijing, misalnya, bulu tangkis menyumbangkan emas lewat ganda putra Hendra Setiawan/Markis Kido, serta perunggu dari Eko Yuli Irawan pada cabang angkat besi. Angkat besi kembali mempersembahkan medali di London 2012 lewat Eko Yuli Irawan, Citra Febrianti dan Triyatno.
Di Rio 2016, Indonesia meraih satu emas dan dua perak. Kemudian di Tokyo 2020, bulu tangkis dan angkat besi lagi-lagi menjadi penyumbang medali bagi Indonesia. Pencapaian tersebut menurutnya sudah memenuhi target karena berhasil meningkatkan jumlah perolehan medali dari Olimpiade sebelumnya.
Dengan adanya Grand Design Olahraga Nasional yang sampai sekarang masih terus dikaji Kemenpora, Zainudin berharap cabang olahraga lain juga bisa mendapat medali sehingga dapat memperbaiki peringkat Indonesia dalam setiap partisipasinya di Olimpiade.
“Kami sedang me-review total ekosistem pembinaan olahraga nasional. Kami sedang menanti payung hukumnya, yaitu Peraturan Presiden (Perpres). Jika ini sudah jalan, kita akan ada panduan prestasi dari Olimpiade ke Olimpiade. Kami akan konsisten menjalankan itu,” tutup Zainudin. (antara/sa/ed:zl)







