Semarang – Kampung Kranggan Dalam, Kauman, Semarang, Jawa Tengah, menjadi sentral produksi kulit lumpia sejak 20 tahun lalu. Sebagian besar warga di gang Kampung Kranggan berprofesi sebagai pembuat kulit lumpia yang menjadi camilan atau jajanan khas Kota Semarang. Hampir setiap rumah warga Kranggan dalam memproduksi kulit lumpia yang berbentuk home industry.
Salah satu warga yang memproduksi kulit lumpia bercerita mengenai awal mula menggeluti usahanya. Berasal saat salah satu penjual lumpia lain kekurangan tenaga untuk membuat kulit lumpia akhirnya para tetangga berinisiatif untuk membantu memproduksi kulit lumpia di rumah masing-masing. Pembuat kulit lumpia lain mengatakan bahwa sehari bisa memproduksi dua karung kulit lumpia yang terdiri dari 2.500 lembar kulit lumpia.
Ribuan kulit lumpia tersebut akan dikirim jika ada pesanan masuk melalui Whatsapp. Dalam produksinya ia memiliki tiga karyawan termasuk dirinya. Ia mengatakan jika kendala dalam pembuatan kulit adalah ketika kualitas tepung jelek karena tidak bisa lentur dan bagus. Usaha pembuatan kulit lumpianya sudah sejak 20 tahun silam. Berawal dari modal usaha sebesar Rp 300.000, kini omzet sudah mencapai Rp 10 jutaan per bulan.
Ada dua jenis kulit lumpia yang diproduksi yaitu tebal dan tipis. Usaha ini sangat menjanjikan untuk warga daerah Kranggan Dalam. Bahan pembuatan kulit lumpia yaitu tepung terigu, air, dan garam. Para warga yang menjadi produsen kulit lumpia sudah mempunyai konsumen masing-masing. Sebab, yang butuh kulit lumpia bukan dari produsen lumpia saja, tapi juga penjual martabak, pembuat pisang karamel atau penjual makanan lainnya.(red)







