Kediri – Menjadi sektor paling terpuruk akibat pandemi Covid-19, hotel dan restoran di Kediri Raya meminta pemerintah ikut memikirkan nasib mereka. Melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mereka berharap pemerintah daerah (pemda) bisa menarik minat wisatawan untuk datang melalui event-event bernunsa seni budaya.
PHRI Kediri Raya menginginkan campur tangan pemda untuk mengembalikan denyut nadi usaha perhotelan dan restoran yang terpuruk. Caranya dengan menyelenggarakan even-even yang menarik minat pelancong melalui acara bernuasan seni budaya.
Sri Rahayu, Ketua PHRI Kediri Raya mengungkapkan, kehadiran wisatawan ke Kediri untuk memesan kamar maupun makanan akan merangsang sektor tersebut kembali tumbuh. Selain itu, kegiatan rapat pemerintah ataupun Badan Usaha Milik Daerah bisa dengan menggunakan hotel dan restoran di Kediri Raya.
Ia mengaku, belakangan okupansi hotel mulai membaik seiring meredanya pandemi Covid-19. Tetapi, karena sektor usaha ini butuh waktu cukup panjang untuk pulih kembali ketimbang sektor lainnya, maka perlu kebijakan khusus untuk mendukung lompatan perekonomian.
Saat ini, total hotel dan restoran yang beroperasi di Kediri Raya saat ini sebanyak 73 tempat usaha. Kota Kediri ada sebanyak 30 hingga 40 hotel. Dari pembukuan PHRI, selama ini hotel dan restoran tersebut hanya dikunjungi wisatawan domestik dengan mayoritas berkepentingan dalam bisnis. (me)







