
BANYUWANGI – Sebuah kebakaran lahan kosong seluas 8 hektar di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, sempat mengancam dan membuat panik warga sekitar. Kebakaran yang terjadi pada Jumat siang tersebut hampir merenggut korban jiwa dari kalangan petugas pemadam kebakaran (damkar) yang berjuang keras mengendalikan kobaran api tersebut.
Lahan kosong yang sebelumnya ditumbuhi rumput ilalang dan pohon pisang tersebut dilalap habis oleh api sekitar jam sebelas lewat empat puluh lima menit. Kebakaran diduga disebabkan oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab, dan melihat kebakaran berdekatan dengan perumahan warga, kepanikan pun tak terhindarkan.
Proses pemadaman yang dilakukan oleh anggota damkar sektor Srono dan Genteng tidaklah mudah. Kobaran api yang besar dan cuaca terik dengan angin kencang membuat upaya pemadaman terhambat. Bahkan, dalam proses pemadaman tersebut, dua anggota damkar nyaris menjadi korban akibat tergulung asap pekat yang tebal. Namun, berkat kesiagaan dan kerja sama tim, kedua anggota damkar tersebut berhasil diselamatkan.
Koordinator Damkar Srono, Hari Siswanto, mengungkapkan bahwa begitu menerima laporan dari warga, anggota damkar segera bergerak menuju lokasi kebakaran. Mereka dengan cepat mengatur strategi untuk memadamkan api dan mencegah korban lebih lanjut. Usaha keras tim damkar berhasil memadamkan api setelah berjuang selama 2 jam.
Dalam upaya pemadaman ini, sekitar 8 personel damkar dan 4 mobil pemadam dikerahkan. Kendati menghadapi keterbatasan sumber air dan cuaca yang ekstrem, tim damkar tetap berupaya keras melawan api yang berkobar. Meski kobaran api besar nyaris merenggut dua anggota damkar, namun berkat kesigapan dan kerja sama yang baik, mereka berhasil mengatasi situasi yang penuh tantangan.
Kepolisian Sektor Cluring juga tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Kebakaran ini berhasil diatasi berkat upaya kolaboratif antara damkar, warga sekitar, dan pihak berwenang. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesigapan dan kerja sama dalam menghadapi bencana alam seperti kebakaran.







