spot_img
Senin, April 6, 2026
Beranda NASIONAL KSDA Agam Lepasliar Kura-kura Langkak ke Cagar Alam Maninjau

KSDA Agam Lepasliar Kura-kura Langkak ke Cagar Alam Maninjau

269

Lubukbasung – Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Sumatera Barat, melepas liar satu ekor satwa langka dan dilindungi, berjenis kura-kura kaki gajah atau baning coklat (Manouria Emys). Tim petugas mengembalikan hewan ini ke habitatnya, di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Jumat.

“Satwa tersebut petugas lepas liar setelah tim pastikan satwa sehat, tidak terdapat luka ataupun cacat, dan masih memiliki sifat liar. Dengan demikian, layak untuk kami lepas kembali ke alam,” kata Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Jumat (3/9/2021).

Baning coklat itu dari Uzi M Fikri (37), warga Jorong Malabu, Kecamatan Ampeknagari, Selasa (31/8). Satwa itu ia peroleh ketika melihat beberapa warga setempat sedang membawa satwa itu. Merasa kasihan saat satwa tersebut menjadi mainan. Akhirnya, Uzi memintanya dan merawatnya beberapa hari. Setelah itu, melaporkannya kepada Resor KSDA mengingat satwa tersebut merupakan langka dan mendapat perlindungan undang-undang.

Petugas Resor KSDA langsung melakukan identifikasi terhadap satwa reptil tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi diketahui jenisnya adalah kura-kura kaki gajah atau baning coklat (Manouria emys) berkelamin jantan dengan ukuran cangkang/karapas 50 centimeter x 44 centimeter, berat mencapai 10 kilogram.

Selanjutnya satwa masuk proses evakuasi petugas ke Kantor Resor KSDA Agam untuk observasi.

Satwa baning coklat (Manouria emys) terus mengalami penurunan jumlah populasi di alam. Atas alasan itulah, maka organisasi konservasi dunia, IUCN, semenjak tahun 2000 menempatkan baning cokelat ke dalam status Terancam Kepunahan (EN, Endangered). Di Indonesia satwa ini masuk ke dalam jenis satwa liar terindungi sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Baning coklat memiliki ciri khas kakinya besar-besar menyerupai kaki gajah, dengan jari-jari yang tidak tampak jelas. Kaki belakang berkuku lima dan kaki depan berkuku empat, berbentuk meruncing, sisik-sisik di kaki menebal seperti kuku berperisai.

Ade berharap jika warga ada yang menemukan satwa liar agar segera menghubungi dan melaporkannya ke petugas KSDA setempat. Call center BKSDA Sumbar di nomor 081266131222. (Antara/am/edzl)