
CIREBON, – Gudang di Aula Timur SMPN 1 Sumber, Kabupaten Cirebon, menjadi saksi tragis ketika kebakaran hebat melanda pada pukul 14.00 WIB hari ini. Kejadian ini menduga terjadi akibat korsleting arus listrik yang berasal dari kabel terkelupas. Saat kebakaran terjadi, sebagian siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara yang lainnya terlibat dalam diskusi.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat asap tebal membubung tinggi dari gudang tersebut. Kondisi ini membuat para siswa, guru, dan karyawan segera merespons dengan cepat. Mereka berlarian menuju lokasi kejadian dan menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api yang semakin membesar.
Kapolsek Sumber, AKP Yuliana, mengungkapkan bahwa sementara ini, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik. Wakasek Sapras SMPN 1 Sumber, Ozi Fakhrurozi, menambahkan bahwa ketika api mulai membesar, para karyawan dan guru berusaha dengan segala upaya untuk memadamkannya, termasuk menggunakan ember dan air kolam yang berada dekat dengan gudang.
Kehadiran tim pemadam kebakaran (Damkar) sangat krusial dalam mengatasi situasi ini. Mereka dengan sigap memadamkan api dari luar sekolah dengan menjebol tembok gudang.
Dalam peristiwa tragis ini, pihak sekolah mengalami kerugian yang mencapai jutaan rupiah. Namun, pihak sekolah bersama PLN telah berkomitmen untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap semua fasilitas sekolah, terutama yang berkaitan dengan listrik. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas PLN, ternyata ditemukan arus pendek listrik yang berasal dari kabel terkelupas di dalam gudang. Langkah-langkah perbaikan dan pemeliharaan yang lebih intensif kemungkinan akan dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh fasilitas listrik di SMPN 1 Sumber, serta mencegah risiko serupa di masa yang akan datang.
Kami berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk senantiasa menjaga keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik. Semoga sekolah ini dapat segera pulih dan melanjutkan tugas mulia mereka dalam mendidik generasi muda Indonesia.







