Banyuwangi – Kasus penusukan menimpa Ketua MUI Kecamatan Pesanggaran Jumat (18/2) dinihari. Selain menyita perhatian publik saat ini ternyata kasus tersebut menguak sejumlah fakta baru. Dari hasil medis tim dokter yang menangani, terdapat 4 luka sayatan pada tubuh korban. Akibat percobaan pembunuhan tersebut, korban harus menjalani operasi untuk menyembuhkan lukanya.
Meski sempat lemas dan bersimbah darah usai menjadi korban percobaan pembunuhan, namun kondisi Kiai Affandi Musyafa dalam kondisi membaik. Kiai Affandi saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Alhuda Kecamatan Gambiran.
Korban diketahui masuk ke rumah sakit pukul 4 dinihari. Sebelum dirawat di Rs Alhuda, korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pesanggaran. Namun, karena khawatir kondisi korban memburuk Kiai Affandi langsung dirujuk ke Rumah Sakit Alhuda.
Korban saat ini sudah bisa berkomunikasi dengan baik meski agak terbata-bata dalam berbicara. Saat dikunjungi jajaran Forkopimda Kecamatan Pesanggaran, Kiai Affandi menjelaskan bagaimana peristiwa berdarah itu terjadi. Ia masih ingat jelas bagaimana berusaha melakukan perlawanan saat diketahui pelaku berusaha menyerangnya.
Dari hasil pemeriksaaan tim dokter yang menangani, terdapat 4 luka sayatan benda tajam di tubuh Kiai Affandi. Yakni luka pada dagu sebelah kanan sedalam 15 centimeter, luka pada dada sebelah kiri, punggung, serta luka sayatan kecil pada jari sebelah kiri. Kondisi korban saat ini cukup stabil dan rencananya akan dilakukan operasi oleh tim bedah rumah sakit. Meski ditemukan luka sayatan, namun dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan luka lebah pada tubuh kai affandi.
Sementara itu, Kapolsek Pesanggaran Akp Soebandi menuturkan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku yang diketahui pria asal Sumatera yang menginap di rumah korban beberapa bulan terakhir. Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. Meski mengalami sayatan di tubuhnya, korban kini kondisinya membaik saat ditemui di ruang perawatan. (aw)







