Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke Kabupaten Tulungagung pada Rabu sore, sebagai bagian dari rangkaian Safari Ramadhan 1444 H. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah membagikan ribuan paket bantuan sosial untuk anak yatim dan keluarga prasejahtera di daerah tersebut.
Acara santunan yang diadakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung, disambut hangat oleh masyarakat setempat. Sebanyak 1.700 anak yatim, keluarga prasejahtera, dan berbagai elemen masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Khofifah menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari Baznas Provinsi Jawa Timur, Baznas Kabupaten Tulungagung, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, dengan rincian 1.000 paket dari Pemprov Jatim dan 700 paket tambahan dari Pemkab Tulungagung bersama Baznas daerah. Selain Tulungagung, Khofifah juga mengunjungi Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur, dengan masing-masing mendapatkan 1.000 kuota bantuan.
Bantuan yang diberikan tidak hanya untuk anak yatim/piatu, tetapi juga untuk tukang becak, tukang sayur, dan pelaku UMKM. Setelah penyerahan bantuan dan santunan, Khofifah melaksanakan salat tarawih di Masjid Sunan Kuning di Desa Macanbang, Kecamatan Gondang.
Sebelum salat tarawih di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Khofifah juga meresmikan sekolah SMP Al Hikmah Melathen Kauman Kalangbret, Kabupaten Tulungagung. Setelah salat tarawih, Gubernur Khofifah akan meresmikan Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Panggung Tulungagung.
Di samping itu, Gubernur Khofifah juga turut memantau penanganan bencana gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang beberapa daerah di Jawa Timur, terutama di Kabupaten Malang, Lumajang, dan Blitar. Khofifah telah menurunkan bantuan sebanyak 50 lembar terpal di Kabupaten Blitar untuk digunakan sebagai alas bagi warga yang terdampak gempa saat melaksanakan ibadah tarawih. Selain itu, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan berupa 500 kg beras, 60 paket lauk pauk, 240 paket tambah gizi, 100 lembar selimut, 50 dus mie instan, dan 10.000 lembar makser kain.
Khofifah meminta agar perbaikan gedung dan fasilitas ibadah di daerah terdampak gempa diprioritaskan, agar suasana Ramadan tetap bisa dirasakan oleh masyarakat meski dalam duka bencana. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus memantau dan turun langsung untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Jawa Timur.







