
Jakarta Pusat – Sebanyak enam ruangan pameran koleksi prasejarah di Museum Nasional Indonesia ludes terbakar akibat kebakaran yang terjadi pada Sabtu (16/09) malam. Imbas kebakaran itu, Museum Nasional akan ditutup sementara untuk umum.
Kebakaran melanda Museum Nasional (Gedung A) yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran (12 unit dari Jakarta Pusat, 2 unit dari Dinas Gulkarmat) dan 56 personel dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api. Pada pukul 21.37 WIB, api sudah mulai padam, dan petugas pemadam kebakaran mulai melakukan pendinginan. Pada pukul 00.15 WIB, pemadaman dinyatakan selesai secara aman dan terkendali.
Dampak akibat kebakaran ini sangat merugikan, dengan enam ruang pamer koleksi prasejarah di Gedung A yang ludes terbakar, menurut Ahmad Mahendra, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KemendikBud). Namun, 15 ruangan lain di Gedung A, serta ruang koleksi Gedung B, tidak terdampak. Untuk mengamankan benda-benda bersejarah akibat kebakaran, pihak PLT Kepala BLU MCB KemendikBud, Ahmad Mahendra, telah membentuk tim khusus yang bertanggung jawab merawat dan mengamankan benda-benda sejarah dan budaya yang terdampak oleh kebakaran.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (MendikBudRistek), Nadiem Makarim, menyatakan keprihatinannya terkait insiden ini. Keberadaan museum sebagai penyimpan benda-benda bersejarah dan budaya sangat penting dalam memahami warisan budaya Indonesia. Upaya pemulihan dan perawatan koleksi yang terdampak akan menjadi prioritas untuk melestarikan sejarah dan budaya bangsa.
Informasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran dan langkah-langkah pemulihan akan terus diperbarui oleh pihak berwenang. Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini.







