Kasus Arisan Online Bergulir, Seorang Oknum LSM di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi Gegara Penipuan Uang Cabut Perkara

Pamekasan – Gara-gara merasa ditipu seorang oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa timur, dilaporkan oleh warga Sumenep ke Polres Pamekasan, terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Oknum LSM yang berinisial R warga Pamekasan ini dilaporkan oleh Foni Oktavia Diansari warga Kelurahan Kebunan, Kabupaten Sumenep, lantaran ditipu puluhan juta oleh oknum LSM untuk menutup atau mencabut perkara kasus arisan online di Polres Pamekasan.

Foni Oktavia Diansari yang didampingi dua kuasa hukumnya, Tajul Arifin dan Rikza Teguh Dwi Marza, menerima tanda bukti lapor Polisi nomor: LP/B/402/VIII/2022/SPKT/PolresPamekasan/PoldaJawaTimur.

Kuasa Hukum Terduga Korban Penipuan, Tajul Arifin mengatakan, laporan dilayangkan ke Polres Pamekasan, Rabu (3/8/2022) kemarin sore itu karena kliennya diduga ditipu uang kurang lebih 10 juta rupiah oleh oknum LSM berinisial R ini terkait penutupan atau pencabutan perkara kasus arisan online di Polres Pamekasan yang menimpa kliennya.

“Dimana kalien kami beberapa bulan lalu di laporkan ke Polres Pamekasan terkait arisan online dan klien kami saat dilakukan pemeriksaan didampingi oleh oknum LSM itu dan meminta uang sebesar Rp 10 juta terhadap kliennya dengan alasan untuk menutup kasus arisan online tersebut,” ungkap Kuasa Hukum Terduga Korban Penipuan, Tajul Arifin, Kamis (4/8/2022).

Pihaknya menambahkan, pada Rabu 29 Juni 2022, sekira pukul 15.30 WIB, kliennya mentransfer uang sebesar Rp 10 juta ke rekening oknum LSM tersebut.

“Bahasa oknum LSM itu katanya uang tersebut akan diberikan kepada salah satu Kanit Reskrim Polres Pamekasan dan Kasatreskrim Poles Pamekasan. Per orang katanya akan dikasih Rp 5 juta untuk menutup kasus itu,” paparnya.

Namun kliennya apes, justru setelah uang puluhan juta itu diberikan terhadap oknum LSM itu, proses pemeriksaan kasus arisan online di Polres Pamekasan masih tetap berjalan.

Kuasa hukum korban mengaku sempat melakukan konfirmasi terhadap salah satu Kanit Reskrim yang disebut akan diberikan uang oleh oknum LSM tersebut. Namun yang bersangkutan justru menyampaikan tidak menerima uang apapun dari oknum LSM tersebut.

“Kanit Reskrim yang dibilang akan diberikan uang tersebut sempat memarahi oknum LSM itu, karena namanya telah dicatut,” ungkap Tajul Arifin.

Sebelumnya, oknum LSM tersebut telah diberi waktu sekitar dua pekan untuk mengembalikan uang tersebut. Namun oknum LSM yang berinisial R tersebut hanya dijanjikan saja, akhirnya korban ini mengambil inisiatif untuk melaporkan ke Polres Pamekasan.

Pengacara berkacamata itu juga memastikan tak ada cara baik lagi untuk oknum LSM itu.

“Kami serahkan kasus ini ke penyidik. Uang itu sebelumnya sudah ditagih setiap hari oleh klien kami lewat WhatsApp. Saat ditagih oknum LSM ini beralasan menunggu uang miliknya yang dipinjam orang lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Eka Purnama saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangan banyak mengenai masalah ini.

“Maaf mas saya masih ada tamu sama pak Kapolres juga,” pungkasnya.(riz)