spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda Internasional Kantor penghubung bakal dibuka lagi, Korea Utara-Korea Selatan Damai?

Kantor penghubung bakal dibuka lagi, Korea Utara-Korea Selatan Damai?

298

Seoul, Korea selatan – Korea Utara dan Korea Selatan sedang dalam pembicaraan untuk membuka kembali kantor penghubung bersama yang sempat diledakkan Pyongyang tahun lalu. Kedua negara juga berencana  mengadakan pertemuan puncak sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan hubungan. Hal tersebut diungkapkan oleh tiga sumber pemerintah Korea Selatan yang mengetahui masalah tersebut.

Reuters memberitakan, menurut sumber tersebut dengan syarat anonim karena sensitivitas diplomatik, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mencari cara untuk meningkatkan hubungan yang tegang dengan bertukar informasi sejak April lalu.

Diskusi tersebut menandakan peningkatan hubungan yang sempat memburuk pada tahun lalu setelah pertemuan puncak tiga pemimpin pada 2018 yang menjanjikan perdamaian dan rekonsiliasi.

Pembicaraan antar-Korea memiliki potensi untuk membantu memulai kembali negosiasi yang macet antara Pyongyang dan Washington yang bertujuan untuk membatasi program nuklir dan rudal Korea Utara dengan imbalan keringanan sanksi. Meski demikian, beberapa analis tetap berhati-hati tentang prospek ini.

Masalahnya  kunci bagi Moon adalah, menghadapi penurunan dukungan terhadap dirinya di akhir masa jabatanya. sebelumnya moon sudah berani mengambil resiko itu ketika meningkatkan hubungan dengan Korea Utara dan membantu mengatur pertemuan bersejarah antara Kim dan Presiden AS Donald Trump pada 2018 dan 2019.

Kedua Korea, saat ini secara teknis masih berperang setelah konflik 1950-53 mereka berakhir dengan gencatan senjata. Pada hari Selasa (27/7/2021), kedua negara menghubungkan kembali hotline Korea Utara yang terputus sejak Juni tahun lalu.

Dua sumber Reuters mengatakan, kedua belah pihak sedang mendiskusikan pembangunan kembali kantor penghubung bersama di desa perbatasan Panmunjom. Seperti yang diketahui, Pyongyang secara sepihak menghancurkan kantor komunikasi di kota perbatasan Kaesong pada tahun 2020.

Sumber tersebut juga bilang, pyongyang dan Seoul tengah berupaya untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi. Sayangnya, belum ada kerangka waktu atau detail lain yang diajukan karena pandemi virus corona.

Hingga saat ini, Korea Utara belum mengkonfirmasi satu pun kasus Covid-19. Akan tetapi, negara ini menutup perbatasan dan memberlakukan tindakan pencegahan yang ketat, dengan melihat pandemi sebagai masalah kelangsungan hidup nasional.

“Saat ini pembicaraan masih berlangsung, dan Covid-19 masih menjadi faktor penghambat,” kata salah satu sumber. “Pertemuan tatap muka adalah yang terbaik, tetapi mudah-mudahan situasinya akan menjadi lebih baik.”

Sumber kedua mengatakan, pertemuan tingkat tinggi secara virtual bisa menjadi pilihan, jika Korea Utara menolak keras pertemuan langsung dengan alasan Covid-19.

“Jika kita bisa melakukan itu dan Korea Utara bersedia, itu akan membuat perbedaan besar, dan membuka begitu banyak kesempatan untuk memulai kembali pembicaraan dengan Amerika Serikat,” jelas sang sumber.

Korea Utara, yang belum mengadakan pertemuan dengan warga negara asing sejak pandemi dimulai, belum mengomentari prospek pembukaan kembali kantor penghubung.(reuters/ed:yr)