Suasana penuh kekhusyukan kembali terasa dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Paradise yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah MADU KH. Ahmad Badjuri Campurdarat. Mengangkat tema “Istiqamah dalam Ibadah”, kajian ini menghadirkan Prof. Dr. H. M. Muntahibun Nafis, M.Ag sebagai narasumber utama yang mengajak para santri dan jamaah untuk menembus makna keajegan hati dalam beribadah menuju ridha Allah SWT.

Acara ini dipandu oleh host Ashima Faidati,S.H.I.,M.Sy , yang menghadirkan suasana dialogis dan penuh inspirasi. Kajian semakin syahdu dengan iringan sholawat dari PAC Fatayat Ngunut Srikandi An Nada, yang melantunkan puji-pujian kepada Rasulullah ﷺ dengan irama rebana yang menenangkan hati.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Salafiyah MADU KH. Ahmad Badjuri serta siswa-siswi SMP Islam KH. Ahmad Badjuri Campurdarat, yang dengan khidmat menyimak nasihat dan pelajaran spiritual menjelang waktu berbuka puasa.
Program Ramadhan Paradise ini juga disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi swasta terestrial digital MaduTV Nusantara pada kanal Jatim 1 dan Jatim 7, serta melalui MDS FM Tulungagung pada frekuensi 91,3 MHz, sehingga pesan-pesan spiritual Ramadhan dapat menjangkau masyarakat luas.
Menggali Hakikat Istiqamah dalam Perspektif Tasawuf
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. M. Muntahibun Nafis, M.Ag menjelaskan bahwa semangat beribadah sering kali memuncak di awal Ramadhan, namun perlahan menurun ketika memasuki pertengahan bulan suci. Hal ini terjadi karena banyak orang masih bersandar pada kekuatan amal dirinya sendiri, bukan pada pertolongan Allah SWT.
Beliau mengutip hikmah dari Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari yang menyatakan:
“Siapa yang menyandarkan amalnya pada kekuatan diri, ia akan kehilangan harapan saat terjadi kegagalan.”
Hikmah tersebut mengajarkan bahwa istiqamah bukanlah semata-mata hasil kekuatan manusia, tetapi merupakan karunia Allah yang diberikan kepada hamba yang selalu bersandar kepada-Nya.
Ibadah Bukan Sekadar Musiman
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa istiqamah yang sejati adalah ketika seorang hamba tetap beribadah bukan karena mengejar pahala semata, melainkan karena ia merasa tidak bisa hidup tanpa menyembah Allah.
Istiqamah berarti menjaga api ibadah agar tidak padam, bahkan ketika semangat mulai melemah. Seorang hamba yang istiqamah akan terus mendekat kepada Allah dalam setiap keadaan—baik saat lapang maupun sempit.
Para santri diajak untuk memahami bahwa ibadah tidak boleh hanya menjadi fenomena musiman di bulan Ramadhan, tetapi harus menjadi bagian dari nafas kehidupan sehari-hari yang terus menyala hingga akhir hayat.
Menjadikan Ibadah sebagai Nafas Kehidupan
Melalui kegiatan Ramadhan Paradise ini, Pondok Pesantren MADU KH. Ahmad Badjuri tidak hanya menghadirkan kajian keilmuan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual bagi para santri dan masyarakat.
Dengan lantunan sholawat, kajian tasawuf, serta kebersamaan antara santri, guru, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi ruang pendidikan ruhani yang memperkuat nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan istiqamah dalam beribadah.
Semoga melalui kajian ini, setiap amal yang dilakukan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi berubah menjadi perjalanan menuju kedekatan dengan Allah SWT. Sebab pada akhirnya, istiqamah bukanlah tentang banyaknya amal, tetapi tentang kesetiaan hati dalam mengabdi kepada-Nya hingga akhir kehidupan. 🌙.Imam_ibnu







