Jakarta โ Kementrian Agama (Kemenag) RI menggelar sidang isbat penentuan awal bulan puasa pada Jumat, 1 april 2022. turut hadir dalam sidan ini perwakilan ormas Islam, lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, MUI, dan Komisi VIII DPR RI.
Sidang isbat diawali dengan pemaparan khilalah, Prof. Thomas Djamaluddin menyampaikan ketinggian hilal di seluruh Indonesia, satu derajat 6,28 menit.
Metode hisab dan rukyah yang dilakukan pemerintah dari laporan Kemenag di daerah di 101 titik rukyat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Semua dari 101 titik tidak melihat hilal.
Sementara itu, hasil keputusan bersama Pemerintah dan jajarannya, Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada 3 April 2022.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan bahwa pihak Rukyatul Hilal dari Kemenag RI tidak melihat hilal di hampir 101 kota di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, belum memenuhi tinggi hilal 3 derajat. Dari hasil pemantauan di wilayah Sumatera memang sudah terlihat hilal, namun hanya berada di 2 derajat. Hal tersebut Dikarenakan beberapa lokasi di pemantauan hilal lebih banyak diakibatkan cuaca yang tidak mendukung sehingga keterlihatan hilal sangat sulit. (red)







