spot_img
Selasa, April 28, 2026
Beranda Jawa Timur Hadapi Varian Omicron, Kadinkes Kota Kediri Berbagi Tips Penanganan Omicron

Hadapi Varian Omicron, Kadinkes Kota Kediri Berbagi Tips Penanganan Omicron

187
Sumber : Foto Mochtar Effendi Jurnalis MaduTV

Kediri – Tekan lonjakan kasus Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Kediri anjurkan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi hingga dosis III. Dalam sebulan terakhir jumlah penambahan kasus Covid-19 di Kota Kediri semakin meningkat. Tidak menutup kemungkinan varian Omicron turut menjadi penyumbang pertambahan kasus tersebut. Dr Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri memberikan ulasannya mengenai varian Omicron.

Varian yang masuk ke Indonesia pada Desember silam memiliki perbedaan gejala dengan varian-varian Covid-19 sebelumnya.

โ€œBedanya Omicron dengan varian sebelumnya banyak, mulai varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, Omicron. Secara prinsip Omicron termasuk virus Sars-Cov-2,โ€ terang dr Fauzan.

Omicron memiliki beberapa spesifikasi yang menjadi pembeda dengan varian sebelumnya, yaitu: 1) Transmissibility (tingkat penularan) yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varian sebelumnya, sehingga penularannya lebih cepat. 2) Severity (tingkat keparahan) lebih ringan dibandingkan dengan derajat kesakitan varian sebelumnya (Delta). 3) Escape from immunity, yakni kelihaian virus dalam menghindari kekebalan dalam tubuh lebih pintar dibandingkan dengan Delta. 4) Hospitalisasi (kasus yang dirawat di RS) lebih rendah dibandingkan dengan varian sebelumnya. Artinya dengan adanya vaksinasi 98% imunitas kita dapat menolak, hanya 2% yang bisa menembus. Tapi kalau omicron pada orang yang sudah divaksin masih bisa terinfeksi 40%, jadi tubuh kita hanya bisa menahan 60% dari omicron,โ€ jelasnya.

Diketahui, Omicron memiliki gejala klinis hampir sama dengan gejala yang timbul pada varian sebelumnya. Akan tetapi terdapat ciri mendasar selain flu, batuk, sesak nafas, yakni pasien positif omicron akan mengalami fatigue (kelelahan) dan malaise (malas beraktivitas)

โ€œBedanya pasien akan kelelahan, badan terasa pegal-pegal, nyeri otot, pusing, dan terkadang mual muntahโ€ imbuh dr Fauzan.

Meskipun gejala omicron yang muncul lebih ringan serta tingkat hospitalisasi lebih rendah, akan tetapi Omicron dapat menyerang siapa saja.

โ€œSiapa saja bisa tertular Omicron, bisa masuk RS gara-gara Omicron, apalagi bisa menimbulkan kematianโ€ tegas dr Fauzan.

Guna mendapatkan kekebalan komunal (herd immunity) Dinkes Kota Kediri menganjurkan seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster.

โ€œKalau sudah divaksin booster, tubuh masih bisa bertahan 60%. Sekarang kalau kita tidak vaksin 100% pasti tertular oleh Omicron. Jadi lebih baik segera melakukan vaksinโ€ ucapnya.

Terkait metode penanganan varian Omicron masih sama dengan varian-varian sebelumnya, yakni dengan memperbanyak asupan vitamin hingga suplemen anti-virus.

โ€œCuma karena tingkat severity lebih rendah jadi tidak perlu masuk RS cukup isolasi mandiri (isoman). Karena kalau semua masuk RS akan menimbulkan kepanikan,โ€ terang dr fauzan. Namun apabila mengalami penurunan kondisi tubuh, ia tetap menyarankan pasien isoman untuk dirujuk ke RS terdekat.

Pasien positif Omicron dianjurkan menjalani isoman selama lima hari. Akan tetapi untuk menghalau keraguan varian Omicron atau lainnya, Dinkes Kota Kediri menyarankan isoman selama sepuluh hari.

โ€œCara memastikan Omicron atau bukan cukup memakan waktu, karena harus melewati uji S-Gene Target Failure (SGTF) dan Whole Genome Sequencing (WGS). Oleh karena itu sebaiknya isolasi sepuluh hari saja,โ€ papar dr fauzan.

Hal-hal yang harus dilakukan saat isoman, yakni: istirahat cukup, memperbanyak asupan bergizi, tidak boleh stres dan panik, hindari interaksi dengan orang yang sehat, jaga kebersihan diri, serta pastikan tempat isolasi memiliki ventilasi yang bagus.

โ€œPasien isoman bisa mengkonsumsi vitamin ataupun makanan yang banyak mengandung vitamin c dan d. Bisa minta vitamin c dan d ke puskesmas ataupun memperolehnya melalui buah dan sayurโ€ ujar dr Fauzan.

Ia menambahkan, masyarakat dapat memilih opsi berkonsultasi melalui telemedicine apabila diperlukan. Dinkes Kota Kediri telah menyediakan telemedicine bernama โ€œon-lineโ€ yang dapat diakses seluruh masyarakat.

โ€œBiasanya pasien yang positif isoman sudah diberikan nomor telepon puskesmas, sehingga bisa konsultasi melalui telepon. Kalau ada hal-hal yang harus dikunjungi puskesman maka akan datangโ€ pungkasnya. (me)