spot_img
Sabtu, April 25, 2026
Beranda Jawa Timur Gubernur Jawa Timur Bahas Potensi Kerjasama dengan Dubes Tiongkok

Gubernur Jawa Timur Bahas Potensi Kerjasama dengan Dubes Tiongkok

224
Gubernur Jawa Timur Bahas Potensi Kerjasama dengan Dubes Tiongkok
Gubernur Jawa Timur Bahas Potensi Kerjasama dengan Dubes Tiongkok

Surabaya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut kedatangan Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN, Hou Yanqi, di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Kamis (13/4). Pertemuan ini membahas berbagai potensi kerjasama, terutama di bidang pendidikan dan teknologi pertanian serta hortikultura.

Gubernur Khofifah meminta kerjasama beasiswa dari Pemerintah Tiongkok untuk mahasiswa Jawa Timur, khususnya pada jenjang S1, S2, dan S3. Beasiswa tersebut akan difokuskan pada pengembangan teknologi pertanian dan agrikultur. Selain itu, Khofifah juga meminta pelatihan singkat atau short course dari Pemerintah Tiongkok bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah kabupaten/kota, terutama mengenai program pengentasan kemiskinan dan teknologi pertanian.

Gubernur Jawa Timur Bahas Potensi Kerjasama dengan Dubes Tiongkok
Gubernur Jawa Timur Bahas Potensi Kerjasama dengan Dubes Tiongkok

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa ia pernah ditugaskan oleh Gus Dur untuk mempelajari bagaimana Pemerintah Tiongkok menangani kemiskinan. Salah satunya melalui pelatihan dan keterampilan bagi kaum perempuan untuk mencapai kemandirian dan peningkatan ekonomi. Oleh karena itu, short course bagi PNS dianggap sangat penting untuk mempelajari penanganan kemiskinan.

Khofifah juga menekankan pentingnya akses bantuan permodalan bagi kaum perempuan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Ia mencontohkan dukungan permodalan dari perbankan di Tiongkok yang membantu kaum perempuan untuk bangkit secara ekonomi.

Menurut Khofifah, beasiswa dan short course di bidang pertanian sangat dibutuhkan karena sektor pertanian di Tiongkok telah berkembang pesat dengan dukungan teknologi pertanian canggih. Hal ini penting terutama untuk pengembangan varietas padi dan produk agrikultur seperti buah-buahan tropis asal Jawa Timur.

Sebagai contoh, Khofifah menyebutkan bahwa di Malang terdapat varietas padi yang dapat menghasilkan 14 ton per hektar dalam satu panen. Benih padi tersebut diperoleh dari Tiongkok dan telah diuji coba di Malang dengan hasil yang memuaskan.