
Bengkalis – Festival lampu colok di bengkalis merupakan tradisi bagi masyarakat di Kabupaten Bengkalis setiap malam 27 ramadan atau sering disebut malam tujuh likur oleh masyarakat setempat.
Setiap desa hampir memiliki menara colok sebagai gengsi tersendiri.
Dilansir dari tribunpekanbarutravel.com desa simpang ayam, salah satu desa yang hampir setiap tahun menjadi juara.
Untuk membuat sebuah menara colok yang indah mengambarkan miniatur masjid tiga dimensi ternyata tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kerjasama banyak pihak secara gotong royong.
Biasanya desa simpang ayam setiap festival lampu colok ini ikut sebanyak empat menara dari empat kelompok.
Setidaknya lebih dari lima puluhan orang pemuda dan masyarakat yang mendirikan menara colok ini.
Semua bekerja mulai dari mencari dana dari rumah ke rumah dan donatur, mencari kayu kebutuhan menara hingga membuat lampu colok yang akan dipasang.
Untuk ketersedian kayu menara disediakan dengan gotong royong, pihaknya membeli dari tukang olah kayu kemudian bersama sama dibawa ke tempat menara akan dirikan.
Untuk membuat menara dimulai setiap selesai salat ashar hingga menjelang Maghrib. Setelah Isya dan Tarawih kembali dilanjutkan bersama dengan pemuda hingga jam 12 malam.(red)







