
Brussels – Pemerintah negara anggota Uni Eropa pada Senin (30/8/21) sepakat untuk menghapus Amerika Serikat dari daftar EU untuk negara yang aman dari Covid-19 untuk perjalanan. Dengan demikian, pengunjung dari AS dan berasal dari 5 negara lain kemungkinan akan menghadapi kontrol yang lebih ketat. Seperti melakukan tes Covid-19 dan karantina. Lima negara tersebut antara lain, Israel, Kosovo, Lebanon, Montenegro, dan Makedonia Utara.
Daftar negara yang terkontrol berupaya menyatukan aturan perjalanan di seluruh blok Eropa, meskipun tidak mengikat masing-masing negara Uni Eropa. Setiap negara anggota EU bebas menentukan kebijakan perbatasan masing-masing. Beberapa negara Uni Eropa seperti Jerman dan Belgia, mengategorikan Amerika Serikat sebagai zona merah. Sehingga para pendatang dari AS perlu menjalani tes dan karantina. Sementara bagi Prancis dan Belanda, Amerika Serikat masih tergolong negara aman. Daftar tersebut sebagian besar tersusun berdasarkan situasi Covid-19 di setiap negara dengan faktor timbal balik. Rata-rata kasus harian Covid-19 di AS telah meningkat menjadi lebih dari 450 per 1 juta orang terhitung dalam sepekan hingga 28 Agustus, berdasarkan penghitungan dari Our World in Data. Padaย pertengahan Juni, angka kasus harian Covid-19 di AS berada di bawah 40. Sehingga Uni Eropa menambahkan Amerika Serikat ke dalam daftar negara yang aman untuk perjalanan.
Data dari Our World in Data menunjukkan bahwa angka kasus Covid-19 di Israel, Kosovo, dan Montenegro lebih tinggi. Daftar negara aman untuk perjalanan hanya terdiri dari 17 negara, termasuk Kanada, Jepang, dan Selandia Baru. Uni Eropa masih mengizinkan masuk untuk pengunjung dari negara non-Uni Eropa yang telah divaksin sepenuhnya. Namun, persyaratan untuk tes dan karantina masih dapat berlaku terhadap pengunjung, dan hal tersebut tergantung pada negara kedatangan mereka di Uni Eropa.
Terlepas dari seruan EU, Washington tidak mengizinkan warga Eropa untuk berkunjung dengan bebas. Negara-negara Uni Eropa sendiri telah terbagi antara mereka yang khawatir tentang kurangnya aksi timbal balik dan mereka yang khawatir peningkatan kasus Covid-19 di AS. Beberapa negara lain EU pun ada yang lebih bergantung pada pariwisata dan enggan membatasi pelancong dari AS. (antara/yas/ed: zl)







