
KEDIRI, MADU TV β Kabar mengembirakan diterima Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri Usai satu unit koleksi Museum milik Pemerintah Kabupaten Kediri berupa Fragmen Kepala Arca Ganesha bisa ditemukan kembali usai dijarah peserta aksi demo berujung anarkis pada 30 Agustus 2025 Lalu.
Fragmen Arca Ganesha itu berhasil ditemukan dan diserahkan oleh dua siswa SMK Negeri Ngasem ke Wisma Tamu Chanda Bhirawa Pemkab Kediri.
Dua pelajar bernama Ahmad Rifki dan Salman Alfarizi itu menyerahkan usai menemukan fragmen Kepala arca Ganesha di parkiran halaman sekolah saat standar sepeda motornya menyentuh batu dipagi hari saat masuk sekolah, namun karena tidak begitu curiga kemudian sepulang sekolah melihat batu itu untuk diamati dan dibersihkan dari debu debu yang membalutnya.
“Setelah saya amati batu itu bentuknya seperti arca yang viral dimedsos maupun media hilang dijarah, selanjutnya saya browsing (mencari informasi) di internet ternyata itu arca yang hilang dijarah dari kabupaten Kediri kemudian langsung kami serahkan bersama rekan saya,”ujar Ahmad Rifki, Kamis (4/9/2025) sore
Lebih lanjut ditambahkan Salman rekan Rifki βawalnya berdua tiba di sekolah sekitar pukul 05.45, Kamis (4/2025). Mereka melihat sebuah batu dengan ukiran yang tak biasa di area parkir.
“Ada corak-coraknya, motifnya,” karena penasaran lalu bertanya kepada penjaga parkir, namun baru setelah pulang sekolah ia meyakini bahwa batu itu adalah fragmen kepala Ganesha, sebuah informasi yang ia dapatkan dari percakapan di perjalanan.
βTanpa menunda, mereka kembali ke sekolah untuk memastikan dan mengambil arca tersebut. Tindakan ini merupakan bukti kepedulian mereka terhadap warisan budaya.
βPlt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengapresiasi sifat baik kedua siswa yang dengan kesadaran penuh mengembalikan benda bersejarah itu.
“Ini memang adik-adik ini punya sifat yang baik untuk mengembalikan,” ujar Mustika ditemui dihalaman parkir pemkab Kediri, Kamis (4/9/2026). Ia menambahkan, fragmen tersebut ditemukan dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan, meskipun diperkirakan dilempar dari luar area sekolah.
βMustika juga menjelaskan bahwa museum di Kediri memiliki banyak koleksi, termasuk 153 koleksi yang sudah terdaftar, dan sekitar 200 koleksi lainnya masih disimpan di tempat lain. Rencananya, koleksi-koleksi ini akan dipindahkan ke museum baru di kawasan Joyoboyo.
Diharapkan, museum baru ini akan menjadi wadah yang lebih baik untuk menyimpan, mengedukasi, dan menampilkan koleksi bersejarah, sehingga generasi muda dapat belajar tentang sejarah daerah mereka. (Ef)







