Surabaya – Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, Kyai Haji Abdussalam Shohib mengaku telah mendapatkan informasi tentang adanya dugaan paham radikal yang menyasar 15 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Hal itu pernah disampaikan Bupati Sidoarjo, pada acara pelantikan Pengurus MWCNU Wonoayu beberapa waktu lalu.
Sidoarjo yang notabene daerah perkotaan, dinilai Wakil Ketua PWNU Jatim, menjadi sasaran utama dari menjamurnya ideologi radikalisme.
Menindaklanjuti hal itu, NU Jatim akan menentukan langkah kongkrit dan serius berkolaborasi dengan aparat hukum. Sebab seiring adanya temuan ideologi yang berafiliasi paham radikal di wilayah Sidoarjo.
Untuk membendung paham radikal, NU Jatim gencar mensosialisasikan dan berdakwah ke masyarakat tentang ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah, yang tasamuf, moderat, tawazun, toleran dan lain sebagainya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Sidoarjo Gus Muhdor menyatakan, berdasarkan suatu kajian dari seluruh kecamatan di Sidoarjo terkait radikalisme, dari 18 hanya 3 kecamatan yang berstatus aman dari radikal. Sementara lainnya berstatus merah dan kuning.
Ada 7 daerah yang statusnya merah, di antaranya Sedati, Buduran, Gedangan, Sidoarjo, Candi, Balongbendo dan Tarik. Sementara Wonoayu dan kecamatan lainnya berstatus kuning.
Setelah ditelisik, di dalamnya bukan warga sekitar dan mereka adalah pendatang. Meski begitu, keberadaan kelompok tersebut perlu diwaspadai. (mk)







