
Bekasi – Usai otopsi di rumah sakit Polri Keramat Jati, jasad seorang remaja tertemukan dalam kondisi tak bernyawa di saluran air, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Senin sore, tiba di rumah duka. Isak tangis keluarga pun pecah saat jasad turun dari mobil ambulans. Bahkan orang tua korban jatuh pingsan tak kuasa melihat anaknya sudah tak bernyawa.
Isak tangis keluarga pun pecah saat jasad Muhamad Saman Padilah, remaja berusia dua puluh lima tahun tiba di rumah duka. Bahkan, orang tua korban sempat jatuh pingsan melihat anaknya sudah tidak bernyawa. Korban yang merupakan warga Kampung Karang Getak, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tertemukan oleh seorang warga di saluran air dalam kondisi mengenaskan. Dengan luka robek di bagian pelipis mata dan luka lebam di bagian kepala belakang.
Muhamad Saman Fadilah merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Bapak Boy dengan Ibu Warna. Dugaan kuat korban tewas akibat terbunuh. Pasalnya telepon genggam milik korban tak berada di lokasi kejadian. Usai petugas kepolisian melakukan penyelidikan, jasad korban langsung petugas bawa ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati, Jakarta Timur, guna di otopsi.
Menurut teman korban, korban merupakan anak yang baik dan rajin beribadah. Selama satu bulan sebelum kematiannya, korban rajin mengikuti pengajian bersama tema-temannya. Teman korban berharap, pelaku pembunuhan terhadap korban agar cepat terungkap dan pelakunya mendapat hukuman seberat-berat nya. Sementara, keluarga korban belum ada yang bisa memberikan keterangan kepada awak media, karena masih dalam kondisi shock.
Terkait kematian korban, hingga kini petugas kepolisian Polsek Tambelang belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam penyelidikan. Sedangkan, jasad korban telah keluarga makamkan di pemakaman keluarga. Guna kepentingan lebih lanjut, kasusnya mendapatkan penanganan petugas kepolisian Polsek Tambelang dan Mapolres Metro Bekasi. (ag)







