Banyuwangi – Untuk mengenang peristiwa berdarah gerakan 30 September atau G30S PKI yang telah merenggut 62 Pemuda Ansor Banyuwangi.
Segenap pengurus pimpinan anak cabang gerakan pemuda ansor, banser dan pagar nusa pesanggaran. Menggelar acara refleksi diri dan doa bersama di lubang buaya cemetuk, Desa Cluring Banyuwangi.
Puluhan ansor, banser, serta pagar nusa dengan khusuk mengikuti serangkaian acara. Mulai dari apel upacara, tabur bunga, hingga doa bersama.
Pada kesempatan itu, ketua ansor Pesanggaran, Abdul Rahman menyampaikan. Seluruh anggota ansor, banser serta banon di organisasi NU menolak lupa. Tentang sejarah berdarah atas gugurnya 62 orang syuhada ansor banyuwangi pada tahun 1965 lalu, yang PKI lakukan.
Kala itu pemuda ansor mendapat undangan pengajian oleh PKI yang menyamar pemuda ansor. Kedatangan mereka di sambut dan di jamu gerwani yang menyamar sebagai fatayat. Ternyata makanan itu sudah tercampur racun, akhirnya para ansor lunglai tak berdaya, saat itulah mereka PKI bantai. Mayatnya dimasukkan lubang yang sudah PKI siapkan. Selain itu, Rahman berharap semoga arwah para syuhada Ansor Allah SWT terima.
Peserta semakin khusuk saat kiai lukman mengajak bersama sama baca Al Fatihah, baca sholawat, dan acara penutupnya adalah pemberian semangat kepada peserta dengan menyanyikan mars ansor dan mars Ya Lal Waton.
Sementara biro passus banser Banyuwangi, Winarko, berharap melaui kegiatan ini semoga generasi muda lebih semangat, cinta tanah air, pancasila dan NKRI. (aw)







