Banyuwangi – Taman nasional alas purwo Banyuwangi, Jawa Timur menyimpan sejuta pesona alam di dalamnya. Tak hanya itu, alas purwo juga menjadi habitat beberapa fauna yang terlindungi, termasuk macan tutul jawa. Di area hutan lindung seluas lebih dari 43 hektare ini, macan tutul sering menampakkan. Tim pengendali ekosistem alas purwo mencatat, populasi macan tutul jawa di alas purwo kini mencapai lebih dari 23 ekor. Lantaran termasuk satwa liar yang rentan akan kepunahan. Macan tutul jawa menjadi prioritas pihak taman nasional sebagai hewan yang paling terlindungi di kawasan ini.
Datang ke taman nasional alas purwo (TNAP), Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Kita tak hanya di suguhi oleh keindahan alam di kawasan hutan lindung ini. Di alas purwo, ternyata juga terdapat berbagai fauna yang terlindungi. Termasuk macan tutul jawa, atau hewan yang bernama latin panthera pardus melas. Sejak harimau jawa punah, macan tutul jawa menjadi predator puncak di beberapa hutan di pulau jawa, termasuk di alas purwo. Meski sangat sulit terjumpai, namun macan tutul jawa kerap kali tampak. Tak jarang terekam kamera wisatawan yang datang ke alas purwo.
Tim pengendali ekosistem taman nasional alas purwo mencatat, hasil monitoring sejak tahun 2020 lalu. Populasi macan tutul jawa di hutan lindung seluas lebih dari 43 hektare ini hingga kini sudah mencapai 23 hingga 30 ekor. Lantaran tergolong satwa liar yang rentan akan kepunahan. Macan tutul jawa menjadi prioritas pihak taman nasional sebagai hewan yang paling terlindungi di kawasan ini, selain banteng. Upaya menjaga populasi macan tutul terus pihak taman nasional alas purwo lakukan. Termasuk melakukan monitoring langsung dengan memasang 60 lebih kamera trap di beberapa titik. Dari hasil pemantauan, macan tutul jawa di alas purwo ini tampak terlihat sehat, dan terus berkembang biak.
Selain masih alaminya habitat macan tutul, banyaknya satwa liar seperti kijang, monyet, babi hutan, hingga banteng. Menjadi mangsa dari macan tutul di hutan ini juga menjadi penunjang utama mengapa hewan sejenis kucing ini masih terjaga populasinya. Tak hanya monitoring langsung, pihak taman nasional alas purwo juga rutin melakukan penyuluhan. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan perburuan hewan lindung, dan ikut melindungi hewan ini agar terhindar dari kepunahan.
Selain di taman nasional alas purwo, populasi macan tutul jawa juga banyak terdapat di hutan lindung lainnya. Seperti di Taman Nasional Baluran Situbondo, hingga taman nasional meru betiri, jember. Salah satu fotografer satwa profesional asal Banyuwangi yang sering mengabadikan moment macan tutul jawa di hutan mengaku bangga. Hingga saat ini masih bisa memotret langsung hewan liar ini di hutan lindung. Meski sedikit ada kemiripan, macan tutul jawa sangat berbeda dengan macan tutul afrika. Perbedaan yang paling menonjol terletak pada mata macan tutul jawa yang cenderung berwarna biru kehijauan.
Mengabadikan macan tutul dalam bentuk foto ia anggap sebagai upaya para fotografer satwa untuk melindungi macan tutul dari kepunahan. Di bandingkan macan tutul di Taman Nasional Baluran, maupun di Taman Nasional Meru Betiri. Memotret macan tutul di kawasan taman nasional alas purwo tergolong hal yang susah untuk terlaksana. Lantaran beratnya medan, dan sensitifnya macan tutul jawa ini jika mengetahui keberadaan manusia.
Meski sering menampakkan, sejauh ini belum ada laporan terkait temuan masyarakat adanya macan tutul jawa yang keluar dari wilayah hutan lindung. Ataupun masuk ke pemukiman warga. Sebab, mangsa, atau hewan yang menjadi makanan macan tutul jawa masih melimpah di wilayah alas purwo, sehingga tak sampai membahayakan pengunjung wisatawan yang datang di kawasan wisata alas purwo. (aw)







