Connect with us

Banyuwangi

Banyuwangi – Angin Puting Beliung Porak Porandakan Rumah Warga

Diterbitkan

pada

Banyuwangi – Terjadi bencana alam angin puting beliung di Dusun Sumberjo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Dusun  Sumberjo, Desa Wringinagung tadi pagi  pukul 03.30 WIB menjelang shubuh terlanda angin puting beliung yang menimpa dua RT. Peristiwa itu mengakibatkan genting dan atap rumah warga porak poranda di terjang angin puting beliung. Warga sempat berhamburan keluar menyelamatkan diri masing- masing. Dari kejadian  itu warga yang rumahnya rusak segera di perbaiki masing – masing dengan bantuan warga sekitar. Pada lokasi kejadian hadir, Camat Gambiran, Kapolsek Gambiran dan Koramil 0825 Banyuwangi.

Warga sekitar bergotong royong membersihkan esbes, genting yang berserakan di atas dan pohon yang tumbang. Dalam bencana angin puting beliung ini tidak ada korban jiwa. Hanya satu warga yang luka ringan di kepala.

Warga yang terluka langsung di tangani pihak puskesmas. Selain rumah warga yang rusak instalasi listrik juga terputus di terjang angin puting beliung ini. Dari masing- masing dua RT di tafsir kerugian material semua mencapai 160 juta rupiah.(aw)

Continue Reading
Advertisement

Banyuwangi

Seorang Remaja Laki Laki Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Diterbitkan

pada

Alat yang digunakan bunuh diri. Dok: Agus Win.

Banyuwangi – Seorang remaja, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamarnya, pada Rabu pagi. Korban yang masih duduk di bangku madrasah aliyah tersebut tertemukan dalam kondisi leher terikat tambang kecil atau nilon. Yang pertama kali mengetahui hal kejadian tersebut adalah oleh orang tuanya. Meski sempat mereka bawa ke puskesmas, namun nyawa korban tidak dapat tertolong.

AF (18) tertemukan gantung diri oleh orang tua kandungnya pada rabu pagi, sekira pukul 4 lebih 10 menit. Korban yang merupakan santri pondok pesantren terkemuka di wilayah Kediri tersebut, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan lehernya dengan tambang kecil di dekat pintu cendela kamarnya sendiri. Sang ibu mengetahui kejadian saat hendak menyapu kamar anaknya. Ibu sekaligus ingin membangunkannya untuk menjalankan sholat shubuh. Namun, sang ibu kaget ketika melihat putranya sudah dalam keadaan leher terikat tali.

Di mata kakeknya, AF sendiri, merupakan cucu dengan kepribadian yang taat, serta tekun beribadah. Tidak ada gelagat mencurigakan, saat terakhir bertemu, sehari sebelum AF ditemukan gantung diri di kamarnya. Namun menurutnya,  dalam 15 hari belakangan ini, seusai pulang dari pesantren, AF cenderung menjadi sosok yang pendiam.

Selain itu, dari pengakuan orang tua korban kepada pihak kepolisian, diduga AF nekat gantung diri, lantaran sudah merasa tidak betah tinggal di pondok pesantren, mengingat saat diminta kembali ke pondok, dirinya terus menunda  keberangkatannya. (aw)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: