spot_img
Senin, April 20, 2026
Beranda RAGAM BERITA Bangga Buatan Indonesia dan Bangga berwisata di Indonesia

Bangga Buatan Indonesia dan Bangga berwisata di Indonesia

293

 

Kediri – Pada tanggal 19 Agustus 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama dengan 13 (tiga belas) Pemerintah Kota/Kabupaten eks Keresidenan Kediri Madiun menyelenggarakan Launching platform Virtual Tourism Destination Wilayah Kediri Madiun. Acara tersebut resnu buka secara virtual oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Anggota DPR RI Komisi XI. Sekaligus Bapak H. M. Sarmuji S. E. MSi., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Bapak Budi Hanoto, Sekda Pacitan, Bapak Dr. Ir. Heru Wiwoho Supardi Putra, M.Si., sebagai pengelola platform mewakili Pemerintah Daerah eks Keresidenan Kediri dan Madiun, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Bapak Sofwan Kurnia.

Pembuatan platform Virtual Tourism Destination Wilayah Kediri Madiun yang dinamai WISATA KEMARI, yang berasal dari singkatan WISATA eks Karesidenan Madiun KediRI, merupakan sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama 13 (tiga belas) Pemerintah Kota/Kabupaten eks Keresidenan Kediri Madiun, untuk mendorong pemulihan ekonomi, khususnya kegiatan pariwisata dan juga kegiatan UMKM pada masa pandemi.
Platform WISATA KEMARI dapat diakses melalui website wisatakemari.com dan aplikasi android wisata kemari, yang merupakan direktori pariwisata yang memperkenalkan destinasi wisata unggulan di 13 Kota/Kabupaten eks Keresidenan Kediri dan Madiun. Adapun tujuan utama dari pembuatan platform Wisata Kemari yaitu:

Mendorong perluasan akses pariwisata dan UMKM dengan memperkenalkan destinasi wisata eks Keresidenan Kediri dan Madiun sehingga dapat didorong go digital dan go global.

Mendorong perekonomian, khususnya keuangan digital, antara lain melalui perluasan dan implementasi transaksi pembayaran QRIS serta digitalisasi pemasaran produk UMKM, serta yang terakhir Mensosialisasikan program Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan pariwisata dan UMKM, maupun usaha pendukung lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan dan lapangan pekerjaan secara umum.

Adapun keunggulan platform Wisata Kemari dibandingkan platform sejenis, yaitu:
Tersedianya video 3600 destinasi wisata unggulan yang ditawarkan kepada pengunjung. Dengan adanya video dimaksud, pengunjung dapat menikmati sensasi seolah-olah berada langsung di lokasi wisata dan tentunya hal tersebut nantinya akan menjadi daya tarik pengunjung untuk datang secara langsung pada saat pandemi Covid-19 sudah selesai. Fitur ini untuk sementara hanya mengakomodasi 15 (lima) belas destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pacitan dan akan terus ditambah dengan destinasi-destinasi wisata lainnya di seluruh wilayah eks Keresidenan Kediri dan Madiun ;

Dilengkapi dengan informasi penunjang pariwisata yang lengkap dan terintegrasi, seperti: tersedianya kuliner, UMKM, akomodasi, dan travel wisata yang berada di sekitar lokasi destinasi wisata ;

Menyediakan rekomendasi wisata kuliner maupun destinasi wisata yang terlewati ketika pengunjung akan melakukan perjalanan ke destinasi wisata utama.
Dalam operasionalnya, platform dimaksud akan dikelola oleh Pokdarwis yang ditunjuk oleh Pemkab Pacitan sebagai pengarah harian mewakili pemerintah daerah eks Keresidenan Kediri dan Madiun lainnya. Kabupaten Pacitan memiliki banyak destinasi wisata yang eksotis dan menjadi salah satu tujuan turis manca negara karena keindahan pantai serta ombak yang menantang untuk melakukan surfing

Melalui platform tersebut, pengunjung diharapkan dapat menikmati indahnya Pantai Klayar dan Pantai Watu Karung di Pacitan, megahnya Monumen Simpang Lima Gumul dan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, maupun mempesonanya Telaga Sarangan dan Puncak Lawu di Magetan, secara virtual, tidak perlu berkunjung langsung ke lokasi, yang merupakan salah satu solusi dalam melakukan wisata di masa pandemi covid 19. Kedepan, platform akan terus dikembangkan dengan menambah fitur e-ticketing dan penawaran paket wisata yang dikelola oleh pelaku pariwisata lokal, yaitu kelompok sadar wisata/Pokdarwis, yang telah terverifikasi oleh pemerintah daerah. (me)