spot_img
Senin, Maret 16, 2026
Beranda Bandung Bandung – Bupati Tegaskan Keterisian Kamar Rumah Sakit Turun Drastis

Bandung – Bupati Tegaskan Keterisian Kamar Rumah Sakit Turun Drastis

295

Bandung – Tingkat keterisian kamar rumah sakit atau BOR di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 wilayah Kabupaten Bandung sudah menurun dratis. Dari semula yang mencapai angka sembilan puluh persen lebih, kini sudah di angka lima puluh lima persen. Hal tersebut terjadi karena tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sangat tinggi, selama pelaksanaan PPKM. Bahkan pemerintah Kabupaten Bandung optimis PPKM bisa turun menjadi level dua.

Hal tersebut langsung tersampaikan oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Soreang, Kabupaten Bandung. Kunjungan ini untuk memberikan dukungan dan bantuan berupa seribu paket nasi kotak bagi tenaga kesehatan, dokter, staf, dan pasien Covid-19 di RSUD tersebut. Program bantuan seribu nasi kotak ini merupakan kegiatan rutin yang teragendakan di rumah sakit dan puskesmas se-Kabupaten Bandung setiap hari.

Setelah beberapa pekan masuk ke zona merah penyebaran Covid-19, wilayah Kabupaten Bandung kini sudah mulai menunjukan angka kesembuhan pasien yang tinggi. Bahkan tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit atau BOR di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 wilayah kabupaten sudah semakin menurun. Dari semula yang bisa mencapai sembilan puluh persen lebih, kini sudah hanya sekitar angka lima puluh lima persen saja.

Bahkan Dadang menyatakan pihaknya optimis usai pelaksanaan PPKM, Kabupaten Bandung yang kini tengah melaksanakan level empat sesuai wilayah aglomerasi, akan turun dan berada di level dua. Dengan demikian, aktivitas masyarakat bisa kembali longgar. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat beraktivitas.

Kabupaten Bandung sendiri hingga kini masih terus berupaya mendukung pemerintah pusat, untuk mengejar target vaksinasi masyarakat sebanyak 80% di bulan Desember 202. Yaitu dengan menambah 800 orang vaksinator dan 200 admin. Akan tetapi hal tersebut terkendala oleh distribusi dosis vaksin yang belum bisa memenuhi permintaan Pemkab Bandung. (ht)