
Kediri – Fenomena sulitnya mendapatkan Gas elpiji ukuran 3 kg yang dirasakan saat ini memberi dampak buruk pada usaha makanan di Kota Kediri khususnya. Sejumlah pedagang mengaku terpaksa berhenti berjualan karena tidak memiliki stok gas elpiji ukuran 3 kg yang nota bene diperuntukan kepada pelaku UMKM.
Salah satu pedagang makanan bernama Khoiri yang biasa jualan gorengan di Kediri ini mengaku sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg untuk memproduksi jualannya sehingga memilih tak berjualan.
“Kalau tidak dapat elpiji terpaksa nanti malam tidak jualan,” ucap Khoiri.
Dirinya mengaku susah mendapatkan gas elpiji 3 kg ini sudah mulai dirasakan sejak 1 bulan terakhir ini.
“sangat mengandalkan gas elpiji untuk berjualan gorengan. Setidaknya dia butuh 1 tabung elpiji melon setiap harinya untuk menjalankan usahanya,”kesalnya
Sejak gas elpiji subsidi ini sulit didapatkan Khoiri harus bersusah payah untuk mendapatkan. Dia berkeliling dari satu pangkalan elpiji yang satu ke pangkalan lain.
“Setiap hari harus berkeliling ke sejumlah pangkalan dan mengantre untuk bisa mendapatkan,” ungkap Khoiri.
Beberapa hari ini, warga Kediri mengaku sulit mendapatkan gas elpiji melon karena di pengecer kehabisan stok. Sementara jika masih ada pengecer yang memiliki stok, harganya lebih mahal.
Apabila harga normal satu tabung elpiji melon dibandrol Rp16.000, sejak kelangkaan terjadi naik menjadi Rp20.000-25.000.
Alternatifnya, warga harus menyerbu setiap pangkalan elpiji yang masih memiliki stok. Oleh karena itu, kini terjadi antrean di beberapa pangkalan elpiji di Kota Kediri.
Disisi lain, Disperdagin, Bagian Administrasi Perekonomian dan Hiswana Migas Kediri, pada Senin (24/7/2023) kemarin melakukan sidak ke sejumlah pangkalan.
Beberapa pangkalan elpiji yang didatangi seperti di Kelurahan Mrican, Gayam, Ngampel, Ngadirejo, Dandangan dan Pakunden.
Menurut Wahyu Kusuma Wardani, Kepala Disperdagin Kota Kediri, sidak untuk menindaklanjuti isu kelangkaan gas LPG.
Dari hasil sidak diketahui jika tidak ada masalah terkait stok maupun ketersediaan gas LPG di Kota Kediri.
Hanya saja, kata Wahyu, tidak ada pengiriman gas LPG dari Pertamina pada hari minggu atau hari libur, sehingga mengakibatkan keterbatasan stok di beberapa pangkalan.
“Setelah kita koordinasi dengan Pertamina, memang tidak ada pengiriman di hari minggu ataupun tanggal merah. Namun bisa kita pastikan stok LPG 3kg di Kota Kediri masih aman,” katanya.
Dalam sidak, tambah Wahyu, pihaknya juga mencatat pengiriman setiap hari dengan stok rata-rata sebesar 100 tabung gas untuk setiap pangkalan.
Disisi lain, Gusni, selaku pemilik pangkalan elpiji 3 kg di Kelurahan Gayam, Kota Kediri mengaku, distribusi gas elpiji dari Pertamina ke pangkalan miliknya berjalan normal dan tidak ada kelangkaan.
“Kalau di tempat saya semua pelanggan masih terpenuhi, tidak ada keluhan.” ungkapnya.
Perempuan 56 tahun ini mengakui terjadi tren kenaikan jumlah pembeli selama beberapa hari terakhir. Tetapi, ia memberi batasan setiap KK tidak boleh membeli gas elpiji lebih dari satu kali dalam seminggu.
“Agar stok merata, saya batasi satu KK tidak boleh membeli lebih dari dua kali dalam seminggu dan saya juga menjual LPG 3kg sesuai HET yaitu, Rp16.000,” jelasnya.(ef)







