
San Francisco, 15 November 2023 – Antusiasme dan keramaian menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di Amerika Serikat semakin terasa. Kedatangan beliau untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC serta sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin negara-negara anggota APEC lainnya menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan diplomasi dan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara sahabat.
Pesawat yang membawa Presiden Jokowi mendarat dengan sukses di Bandara Internasional San Francisco, dan menyambutnya dengan penuh kehangatan adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, DCM KBRI Washington DC Sade Bimantara, serta Atase Pertahanan KBRI Washington DC, Marsma TNI Tjahya Elang Migdiawan. Kehadiran mereka memberikan penghormatan yang tinggi terhadap kedatangan Presiden.
Dari pihak Amerika Serikat, Asisten Kepala Protokol Urusan Diplomatik Departemen Luar Negeri AS, Nan Kenelly, turut hadir untuk menyambut Presiden Jokowi. Ini mencerminkan pentingnya hubungan antara kedua negara dan komitmen Amerika Serikat dalam memperkuat kerja sama bilateral.
Setelah tiba di San Francisco, Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju hotel tempatnya bermalam selama kunjungannya. Di sana, tampak pula Konsul Jenderal RI San Francisco, Prasetyo Hadi, beserta istri yang turut menyambut kedatangan Presiden dengan hangat. Sejumlah menteri yang telah tiba sebelumnya juga hadir dalam acara penyambutan, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.
Di tengah rangkaian kunjungan ini, Presiden Jokowi akan menghadiri KTT APEC yang merupakan forum penting bagi negara-negara Asia Pasifik untuk berdiskusi tentang isu-isu ekonomi dan kerja sama regional. Selain itu, beliau juga dijadwalkan untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin negara-negara anggota APEC lainnya, yang akan memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang.
Tidak hanya itu, Presiden juga akan memberikan kuliah umum di Stanford University, yang akan menjadi kesempatan berharga untuk berbagi visi dan pandangan Indonesia dalam konteks dunia global. Kuliah ini diharapkan akan memperkuat pemahaman dan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat di masa depan.
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat ini menandai komitmen kuat kedua negara dalam memperdalam hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Dalam suasana yang penuh semangat ini, harapan besar terletak pada hasil-hasil positif yang akan dicapai selama kunjungan ini, yang akan membawa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat ke tingkat yang lebih tinggi.







